Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Bidang Cipta Karya Provinsi Kalimantan Barat menggelar Workshop Evaluasi Akhir Tahun di Pontianak, pekan lalu. Kegiatan ini dilakukan untuk mengevaluasi hasil kinerja, se

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2016/03/20151203_kalbar_akhir_tahun_bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Bidang Cipta Karya Provinsi Kalimantan Barat menggelar Workshop Evaluasi Akhir Tahun di Pontianak, pekan lalu. Kegiatan ini dilakukan untuk mengevaluasi hasil kinerja, serta kepatuhan pengiriman data di seluruh Satker Cipta Karya.</p> <p style="text-align: justify;">Workshop evaluasi tersebut dipimpin langsung Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat Jakius Sinyor dengan diikuti peserta dari 14 kabupaten/kota serta stakeholder terkait. Jakius mengatakan, evaluasi ini merupakan langkah strategis agar pelaksanaan program berjalan sesuai yang sudah ditentukan.</p> <p style="text-align: justify;">Evaluasi kinerja sangat perlu dilaksanakan secara konsisten, transparan, efektif dan efisien, sehingga rencana yang sudah dibuat di awal tahun dapat tercapai di akhir tahun, kata Jakius.</p> <p style="text-align: justify;">Menurut Jakius, tujuan evaluasi ini sebagai monitoring kegiatan ke-Cipta Karya-an dalam penggunaan pagu APBN, termasuk juga pencapaian sasaran pembangunan yang telah dilaksanakan Satker Provinsi dan Kabupaten/Kota. Selain itu juga dapat dilihat capaian indikator dan target pembangunan, baik itu dari Satker Provinsi dan Kabupaten/Kota yang berlandaskan usulan dengan <em>readiness criteria</em>, sehingga dapat diketahui kendala dan permasalahan dalam pelaksanaannya.</p> <p style="text-align: justify;">Dari data yang saya dapat, progres satker provinsi dan kabupaten/kota rata-rata masih dibawah 65%. Untuk itu, ini harus menjadi perhatian kita semua, agar di akhir tahun nanti semua kegiatan dapat mencapai target, harap Jakius. (Mrsl, raymond, Randal Kalbar/bns)</p>