Melalui momentum ini saya mengajak seluruh jajaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memikirkan kembali apa yang sudah dan sedang kita lakukan dan apa yang hendak kita lakukan ke depan dalam membangun infrastruktur ke-PUPR-an, dengan semangat juang Sapta Taruna, ajak M

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2016/03/20151203_harbak_pu_pusat_bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Melalui momentum ini saya mengajak seluruh jajaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memikirkan kembali apa yang sudah dan sedang kita lakukan dan apa yang hendak kita lakukan ke depan dalam membangun infrastruktur ke-PUPR-an, dengan semangat juang Sapta Taruna, ajak Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada Upacara Hari Bakti PU ke-70 yang mengangkat tema Bangun Infrastruktur Untuk Negeri di Lapangan Kementerian PUPR, Kamis (03/12/2015).</p> <p style="text-align: justify;">Basuki mengungkapkan, sesuai dengan agenda pembangunan nasional danprogram Nawacita, sasaran program pembangunan infrastruktur PUPR yang harus dicapai selama periode2015-2019 antara lain, pembangunan 49 bendungan baru dan satu juta hektar jaringan irigasi baru untuk mendukung kedaulatan pangan, pembangunan 1000 km jalan tol dan 2,650 km jalan arteri baru untuk meningkatkan konektivitas dan mengurangi kesenjangan pertumbuhan wilayah, pembangunan infrastruktur permukiman terutama pemenuhan 100% akses aman air minum dan sanitasi layak, dan menghapus permukiman kumuh, pembangunan perumahan untuk mengejar kebutuhan penghunian rumah 7,6 juta unit.</p> <p style="text-align: justify;">Semakin tingginya kebutuhan masyarakat akan infrastruktur pelayanan dasar serta tuntutan akan kualitas infrastruktur yang lebih baik, kita dituntut untuk bekerja lebih keras, bergerak lebih cepat, dan bertindak tepat untuk mencapai sasaran program. Kita harus bekerja lebih keras untuk mencapai target pembangunan yang demikian besar dan berkualitas, tutur Basuki.</p> <p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Basuki mengatakan, Pemerintah telah menempatkan infrastruktur sebagai prioritas pembangunan karena ketersediaan infrastruktur PUPR memiliki kontribusi yang sangat signifikan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Saat ini kinerja infrastruktur perlu ditingkatkan untuk menambah daya saing Indonesia yang posisinya masih lebih rendah dibandingkan dengan beberapa negara di kawasan ASEAN.</p> <p style="text-align: justify;">Untuk itu, proyek-proyek infrastruktur yang saat ini terhambat pelaksanaannya harus segera dicarikan solusi untuk mempercepat penyelesaiannya. Dalam bekerja, tidak lupa kita harus selalu bertindak tepat dalam upaya mencapai sasaran capaian progress 93 % yang harus diselesaikan sesuai standar kualitas dan proses yang dapat dipertanggungjawabkan serta memperhatikan standar keselamatan dan keamanan, harap Basuki.(bns)</p>