Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Provinsi Bali melaksanakan Workshop Evaluasi Akhir Tahun Pelaksanaan Kegiatan Bidang Cipta Karya 2015 di Denpasar, Senin (30/11/2015). Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali I Nyoman Astawa Riadi menyatakan, tugas-tugas yang bersifat concurrent atas pe

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2016/03/20151204_bali_akhir_tahun_bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Provinsi Bali melaksanakan Workshop Evaluasi Akhir Tahun Pelaksanaan Kegiatan Bidang Cipta Karya 2015 di Denpasar, Senin (30/11/2015).</p> <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali I Nyoman Astawa Riadi menyatakan, tugas-tugas yang bersifat <em>concurrent</em> atas permintaan daerah dalam upaya pencapaian sasaran pembangunan nasional dan Standar Pelayanan Minimum (SPM) bertujuanmendorong Pemerintah Daerah agar dapat melaksanakan pembangunan infrastruktur permukiman melalui proses yang integratif, partisipatif dan terkendali maka sangat dibutuhkan adanya kerjasama antara Pemerintah Pusat dan Daerah.</p> <p style="text-align: justify;">Kegiatan Ditjen Cipta Karya di Provinsi Bali dalam tahun 2015 meliputi 12 Satker yang terdiri dari 4 Satker Provinsi (Satker PAMS, PKP2B, P2PIP, dan BIPP) dan 18 Satker PIP Perkotaan dan Perdesaan yang tersebar di 8 kabupaten/kota dengan total alokasi biaya Rp. 382<strong> </strong>Miliar yang bersumber dari APBN dan PHLN. Selain itu, kegiatan pembangunan infrastruktur sektor Air Minum dan Sanitasi yang tersebar di 6 kabupaten yaitu Buleleng, Jembrana, Tabanan, Bangli, Klungkung, dan Karangasem yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), tutur Astawa.</p> <p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Astawa mengungkapkan, untuk sektor Air Minum dengan total alokasi dana Rp. 11,5 Miliar<strong> </strong>terdiri dari Dana Pusat Rp. 10,5 Miliar dan<strong> </strong>APBD Rp. 1 Miliar. Sedangkan untuk sektor Sanitasi dengan total alokasi dana Rp. 10,9 Miliar terdiri dari Dana Pusat Rp<strong>. </strong>9.9 Miliar<strong> </strong>dan pendamping (APBD) Rp. 993<strong> </strong>Juta.</p> <p style="text-align: justify;">Progres kegiatan bidang Cipta Karya (reguler) sampai pertengahan November 2015 sesuai dengan Laporan e-Monitoring adalah, realisasi Fisik 79,52% lebih kecil dari target rencana 84.85%, dan realisasi Keuangan 71,80% lebih kecil dari target rencana 85.82%. Sedangkan untuk kegiatan DAK, dalam penyampaian laporan secara <em>online</em> e-Monitoring belum berjalan sesuai harapan, baik dari kontinuitas dan kedisiplinan pelaporan maupun kesiapan petugasnya sehingga data laporan online menjadi tidak <em>valid</em>. Hal ini menjadi catatan bagi pimpinan Instansi terkait untuk lebih serius melaksanakannya, jelas Astawa.</p> <p style="text-align: justify;">Menurut Astawa, rendahnya capaian pelaksanaan program dan kegiatan salah satunya dikarenakan adanya perubahan nomenklatur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan struktur organisasi Kementerian, sehingga terjadi keterlambatan penyerapan keuangan dan pelelangan.</p> <p style="text-align: justify;">Saya harap semua pihak selalu berkoordinasi dengan baik dan memanfaatkan waktu yang tersedia dengan baik, serta berkonsultasi dengan pihak-pihak yang kita butuhkan, agar pembangunan bidang Cipta Karya dapat berjalan dengan baik, harap Astawa.(randal bali/bns)</p>