Kebijakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya telah sejalan dengan tuntutan program pengembangan kawasan yang memiliki daya dorong pemenuhan infrastruktur dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal di daerah. Upaya seluruh pelaku daerah yang mem

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2016/03/20151208_pameran_pisew_bsr_ok.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Kebijakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya telah sejalan dengan tuntutan program pengembangan kawasan yang memiliki daya dorong pemenuhan infrastruktur dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal di daerah. Upaya seluruh pelaku daerah yang memiliki komitmen tinggi dalam mensinergikan dukungan pengembangan kawasan strategis tersalurkan melalui berbagai program Ditjen Cipta Karya.</p> <p style="text-align: justify;">Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Taufik Widjoyono saat membuka Pameran dan Talkshow Pemberdayaan Masyarakat yang bertema Membangun Kawasan Menuju Masyarakat Mandiri, Senin (07/12/2015) di Auditorium Kementerian PUPR.</p> <p style="text-align: justify;">Taufik menjelaskan, upaya itu diterapkan melalui program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), Program Pengembangan Infrastruktur Perdesaan (PPIP), Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Program Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman (P2KKP), Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), dan Neighbourhood Upgrading and Shelter Project (NUSP).</p> <p style="text-align: justify;">Salah satu program strategis yang dinilai sangat berhasil dalam pemberdayaan masyarakat adalah program Pamsimas. Pada pelaksanaan tahap kedua saja program ini telah berhasil memfasilitasi 1.946 desa yang tersebar di 217 kabupaten/kota di Indonesia. Melalui program Pamsimas diharapkan dapat turut serta menyukseskan Gerakan 100-0-100, khususnya untuk mencapai akses aman air minum dan sanitasi layak, kata Taufik.</p> <p style="text-align: justify;">Lanjut Taufik, program pemberdayaan masyarakat lainnya yang mendapat perhatian pemerintah adalah Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), karena dinilai telah menjadi jalan keluar Pemerintah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di perdesaan. PISEW dilaksanakan lintas Kementerian/Lembaga yaitu Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri, serta Bappenas.</p> <p style="text-align: justify;">Komponen utama PISEW adalah berupa pembangunan infrastruktur yang dilakukan di perdesaan mulai dari pembangunan infrastruktur transportasi, produksi pertanian, pemasaran pertanian, air bersih dan sanitasi lingkungan, pendidikan, serta kesehatan. Diperkirakan program tersebut telah melibatkan lebih dari 693.065 orang penduduk yang bekerja, dan total 14.979.868 orang penduduk sampai dengan tahun 2014, sedangkan untuk pelaksanaan tahun 2015 sebagian masih berjalan.</p> <p style="text-align: justify;">Demi meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat dan pemerataan pembangunan infrastruktur di daerah, pengelolaan pemerintah di daerah khususnya institusi perdesaan akan dapat diperbaiki dan ditingkatkan kapasitasnya dalam mengembangkan nilai sosial ekonomi di wilayahnya, serta program pemberdayaan masyarakat akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, tutup Taufik. (bns/ari)</p>