Perkembangan penyediaan infrastruktur permukiman masih mengalami berbagai tantangan, salah satunya terkait dengan jumlah penduduk yang semakin bertambah dan kehidupan masyarakat yang masih belum sejahtera dengan pendapatan yang relatif rendah, serta keterbatasan sumber daya terkait dengan pembiaya

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2016/03/20151208_lampung_akhir_tahun_bsr.jpg"></a> <p style="text-align: justify;">Perkembangan penyediaan infrastruktur permukiman masih mengalami berbagai tantangan, salah satunya terkait dengan jumlah penduduk yang semakin bertambah dan kehidupan masyarakat yang masih belum sejahtera dengan pendapatan yang relatif rendah, serta keterbatasan sumber daya terkait dengan pembiayaan pembangunan infrastruktur.</p> <p style="text-align: justify;">Hal tersebut disampaikan Sekertaris Dinas Pengairan dan Pemukiman Provinsi Lampung, Heru Wahyudi dalam acara pembukaan Workshop Evaluasi Akhir Tahun TA 2015 di Bandar Lampung, beberapa hari lalu.</p> <p style="text-align: justify;">Untuk mencapai penyediaan infrastruktur yang baik, diperlukan pengaturan penyelenggaraan dan pengelolaan yang baik, dimulai dari penyusunan rencana, penetapan rencana, pengendalian pelaksanaan rencana dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Tahap evaluasi menjadi salah satu poin yang perlu diperhatikan sebagai upaya untuk lebih meningkatkan efisiensi dan efektivitas alokasi dan pemanfaatan sumber daya dan pendanaan pembangunan, ungkap Heru. Evaluasi kinerja bidang Cipta Karya dilakukan untuk menilai efisiensi, efektivitas, manfaat, dampak, dan keberlanjutan dari suatu program. Disamping itu, evaluasi dapat menjadi acuan dalam proses timbal balik (<em>feedback</em>) penilaian pencapaian tujuan yang ingin dicapai Ditjen Cipta Karya.</p> <p style="text-align: justify;">Satker Randal PIP Provinsi Lampung memberikan penghargaan kepada kabupaten/kota yang telah berpartisipasi aktif dalam pelaporan e-Monitoring, SAI, DDUB serta data SPM kabupaten/kota. Selama Tahun Anggaran 2015 ini terdapat 3 kabupaten/kota terbaik yang mendapat penghargaan, yaitu Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Tulang Bawang dan Kabupaten Waykanan.</p> <p style="text-align: justify;">Kegiatan evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil, kemajuan dan kendala yang dihadapi serta solusi serta rencana tindak lanjut yang diperlukan dalam penyelenggaraan bidang Cipta Karya di daerah mulai dari hasil pemanfaatan Sistem Informasi perencanaan Penggunaan Anggaran (SIPPa), realisasi DDUB, pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta pelaporan progres fisik dan keuangan.</p> <p style="text-align: justify;">Kerjasama yang baik antara para Kepala Satuan Kerja di lingkungan Program Infrastruktur Permukiman dan Dinas Pengairan dan Pemukiman Provinsi Lampung dengan Satuan Tugas di masing-masing kabupaten/kota menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini. Saran dan masukan yang konstruktif dari semua pihak pada acara ini sangat bermanfaat bagi pelaksanaan dan implementasi pelaporan kegiatan yang tepat dan akurat, tutup Heru. (Methariska Randal Lampung/bns)</p>