Dalam rangka memperingati 25 tahun kerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA), Direktorat Jenderal Cipta Karya menggelar Joint Seminar Peringatan 25 Tahun Kerjasama Pembangunan Balai Teknis Air Minum dan Sanitasi Wilayah I Bekasi (BTAMS) antara Ditjen Cipta Karya dengan JICA ,

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2016/03/20151209_jica_bsr.jpg"></a> <p style="text-align: justify;">Dalam rangka memperingati 25 tahun kerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA), Direktorat Jenderal Cipta Karya menggelar Joint Seminar Peringatan 25 Tahun Kerjasama Pembangunan Balai Teknis Air Minum dan Sanitasi Wilayah I Bekasi (BTAMS) antara Ditjen Cipta Karya dengan JICA , Selasa (08/12/2015), di Gedung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).</p> <p style="text-align: justify;">Dalam beberapa dasawarsa, Indonesia dan Jepang telah menjalin kerjasama yang erat pada berbagai sektor pembangunan khususnya melalui <em>Official Development Asistance</em> (ODA). Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Pengembangan Air Minum, Ditjen Cipta Karya, M. Natsir.</p> <p style="text-align: justify;">Natsir menjelaskan, pembangunan sektor air minum khususnya dalam peningkatan kompetensi sumber daya manuasia, komitmen Pemerintah Jepang ditunjukkan dengan melaksanakan berbagai pelatihan pada awal 1970an. Komitmen ini kemudian ditindaklanjuti dengan kerjasama pembangunan Balai Teknis Air Minum dan Sanitasi Wilayah I yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat serta pengiriman ahli-ahli JICA untuk mendukung keberadaan Balai.</p> <p style="text-align: justify;">Kerjasama yang harmonis ini kemudian terus berlanjut hingga saat ini dimana berbagai teknologi dan <em>know how</em>yang diberikan oleh Pemerintah Jepang telah berkontribusi dalam pembangunan sektor air minum dan sanitasi Indonesia, tutur Natsir.</p> <p style="text-align: justify;">Natsir menambahkan, BTAMS merupakan contoh yang sangat baik untuk menyelenggarakan pelatihan-pelatihan di bidang air minum dan sanitasi. Oleh sebab itu Pemerintah Jepang bisa membantu Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan wilayah Indonesia bagian Timur.</p> <p style="text-align: justify;">Natsir berharap hubungan baik antara dua negara ini akan tetap terjalin di masa mendatang dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi Indonesia.(ari)</p>