Satuan Kerja Perencanaan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi Sulawesi Tengah melakukan Workshop Evaluasi Akhir Tahun Bidang Cipta Karya Tahun 2015 di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (11/12/2015). Kasubdit Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Direktorat Keterpaduan In

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2016/03/20151211_sulteng_akhir_tahun_bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Satuan Kerja Perencanaan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi Sulawesi Tengah melakukan Workshop Evaluasi Akhir Tahun Bidang Cipta Karya Tahun 2015 di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (11/12/2015).</p> <p style="text-align: justify;">Kasubdit Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Direktorat Keterpaduan Infrastruktur Permukiman, Sri Murni Edi mengatakan, dalam pencapaian Gerakan 100-0-100, kontribusi Pemerintah Daerah perlu ditingkatkan secara signifikan, disertai dengan pengembangan alternatif sumber pembiayaan.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam penyiapan kegiatan TA. 2017, tugas kabupaten/kota yaitu Review Data RPI2JM 2016 2020 sudah diinput ke dalam aplikasi SIPPa (paling lambat 30 Desember 2015), dan untuk usulan kegiatan 2017 yang diinput ke dalam aplikasi SIPPa dilengkapi dengan <em>Readiness Criteria</em>, data dasar dalam aplikasi SIPPa dipastikan sudah lengkap, valid, dan akurat. Sedangkan tugas provinsi memverifikasi dan menilai usulan kegiatan 2017 yang sudah diajukan oleh kabupaten/kota untuk menjadi MP provinsi, dan menyiapkan MP provinsi sebagai bahan pelaksanaan Konreg Ditjen Cipta Karya Tahun 2016, tutur Sri Murni.</p> <p style="text-align: justify;">Sri Murni mengharapkan, seluruh Satuan Kerja di lingkungan Ditjen Cipta Karya khususnya Provinsi Sulawesi Tengah segera mempercepat pelaksanaan kegiatan TA. 2015 dengan melakukan langkah-langkah, yaitu menangani kegiatan strategis yang progres penyerapannya masih jauh di bawah rata-rata, segera melakukan <em>update</em> data ke dalam e-Monitoring agar progres fisik sesuai dengan kondisi di lapangan. Serta, progres keuangan sesuai dengan SPM dan SP2D dan prognosis Ditjen Cipta Karya sebagaimana arahan Dirjen Cipta Karya, yaitu 93%. Satker PIP kabupaten/kota yang melaporakan progres keuangan secara manual diharuskan menginput progres keuangannya ke dalam e-Monitoring agar tidak terjadi selisih dalam pelaporan.</p> <p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Sri Murni menjelaskan, pada TA. 2016 penerapan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) diberlakukan untuk seluruh paket pekerjaan yang berada pada Satuan Kerja/SNVT Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pokja Pengadaan agar segera dibentuk dan dilaporkan kepada ULP setempat serta melakukan registrasi user ID pada LPSE Kementerian PUPR, dan melakukan pelelangan pada bulan November-Desember 2015 untuk paket-paket yang sudah memenuhi <em>Readiness Criteria</em>, serta upload data paket TA. 2016 ke dalam e-Monitoring dengan menggunakan ADK RKAKL yang terbaru, tidak diperbolehkan mengganti nama paket yang sudah melakukan proses lelang karenanama paket yang berubah tidak akan terbaca oleh sistem e-Monitoring. Sedangkan, untuk Satker PIP kabupaten/kota agar melakukan persiapan pada Triwulan I TA. 2016 sehingga penyerapan dapat dilaksanakan pada awal Triwulan II.</p> <p style="text-align: justify;">Untuk menghasilkan kualitas perencanaan infrastruktur permukiman, Satker Randal Provinsi perlu menyediakan data perencanaan infrastruktur permukiman tingkat kabupaten/kota yang lengkap, valid, timeseries, dan akurat. Kelengkapan dan kualitas data infrastruktur permukiman dapat membantu <em>delivery</em> program dan anggaran dengan baik. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota bersama bergerak mencapai Gerakan 1000100, Pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi perlu menyusun Rencana Aksi Daerah Gerakan 100-0-100 sebagai <em>grand design</em> dan alat pencapaian permukiman layak huni dan berkelanjutan, tutup Sri Murni. (Hendra randal Sulteng/bns)</p> <p style="text-align: justify;"></p> <hr />