RPI2JM Kabupaten/Kota merupakan pedoman perencanaan dan penganggaran pembangunan infrastruktur kabupaten/kota dan telah mulai dirintis sejak tahun 2005.Mengingat fungsinya yang cukup penting, maka RPI2JM sudah sepatutnya memiliki kualitas yang baik serta disiapkan secara rasional, inklusif dan te

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2016/03/20151222_sulsel_fgd_bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">RPI2JM Kabupaten/Kota merupakan pedoman perencanaan dan penganggaran pembangunan infrastruktur kabupaten/kota dan telah mulai dirintis sejak tahun 2005.Mengingat fungsinya yang cukup penting, maka RPI2JM sudah sepatutnya memiliki kualitas yang baik serta disiapkan secara rasional, inklusif dan terpadu.</p> <p style="text-align: justify;">Hal tersebut diungkapkan olehKepala Satker Randal Sulawesi Selatan, Syarif Sarebong, dalam acara<em>Focus Group Discussion</em>(FGD)Senin 21/12/2015 di Pangkep.Acaradibuka oleh Sekretaris Bappeda Pangkep, Satriayawaty.Acara ini juga di hadiri oleh seluruh camat dan lurah, PT. Semen Tonasa, serta beberapa SKPD terkait bidang Cipta Karya yang ada di KabupatenPangkep.</p> <p style="text-align: justify;">Tujuan dari acara tersebut yaitupendampingan dan pembinaan kepada Satgas RPI2JM Kabupaten Pangkep, berupa pembelajaran, pengarahan dan diskusi yang akan menggali potensisumber dana lainnya,permasalahan, serta perencanaan dalam penyusunan program RPI2JM.</p> <p style="text-align: justify;">Syarif mengatakan,sesuaikebijakan Ditjen Cipta Karyauntuk mewujudkan gerakan 100-0-100, Provinsi Sulawesi Selatandalambidang tata bangunan dan permukimanmemiliki target, yaitutercapainya pengentasan permukiman kumuh perkotaan menjadi 0% melalui penanganan kawasan permukiman kumuh seluas 1.903,11 ha (0,05%) pada 192 kawasan tersebar di 21 kabupaten/kota,dan meningkatkan keamanan dan keselamatan bangunan gedung termasuk keserasiannya terhadap lingkungan melalui pembinaan dan pengawasan bangunan, penyusunan NSPK dan penerapan penyelenggaraan bangunan hijau.</p> <p style="text-align: justify;">Sedangkan untukbidang air minum dan sanitasiyaitutercapainya akses air minum yang aman menjadi 100% melalui penanganan tingkat regional, kabupaten/kota, kawasan dan lingkungan, baik di perkotaan maupun di perdesaan, serta meningkatkan akses penduduk terhadap sanitasi layak (air limbah domestik, sampah dan drainase lingkungan) menjadi 100% pada tingkat kebutuhan dasar melalui penanganan tingkat regional, kabupaten/kota, kawasan dan lingkungan, baik di perkotaan maupun di perdesaan,tutur Syarif. (Jamal Randal Sulsel/ari)</p>