Kumuh sebagai masalah dalam pembangunan muncul dengan kompleksitasnya sendiri dalam eksistensi, bahkan seringkali penduduk kumuh dicap sebagai the other sehingga seringkali tak disentuh dalam wacana pembangunan dan berakibat pada ketertinggalan yang berlarut dan gap yang semakin luas baik secara e

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2016/03/20160202_kalsel_siring_bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Kumuh sebagai masalah dalam pembangunan muncul dengan kompleksitasnya sendiri dalam eksistensi<em>,</em> bahkan seringkali penduduk kumuh dicap sebagai <em>the other</em> sehingga seringkali tak disentuh dalam wacana pembangunan dan berakibat pada ketertinggalan yang berlarut dan gap yang semakin luas baik secara ekonomi, pendidikan, dan sebagainya. Fenomena seperti ini menimbulkan apa yang disebut pemerhati filsafat sebagai negativitas yang acapkali menyebabkan kriminalitas sebagai buah dari kondisi kumuh.</p> <p style="text-align: justify;">Untuk masalah kumuh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ditjen Cipta Karya menargetkan tuntas pada tahun 2019. Pengembangan infrastruktur dilakukan salah satunya di Kecamatan R.K Ilir Kota Banjarmasin yang termasuk Kawasan Pusaka oleh Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman dan Penataan Bangunan (PKP2B) Provinsi Kalimantan Selatan.</p> <p style="text-align: justify;">Salah satu warga setempat Junaidi pada Minggu (24-1-2016) mengatakan, pembangunan siring sungai di kampung mereka sangat memberikan perubahan pada kawasan R.K Ilir yang kerap dianggap sebagai kawasan Texas. "Biasanya ada saja korban penjambretan maupun transaksi narkoba disini, semenjak siring terbangun hal tersebut berkurang karena permukiman menjadi lebih tertata dan lebih terang, mungkin mereka (pelaku kriminal) jadi takut," tukas Junaidi.</p> <p style="text-align: justify;">Junaidi menambahkan biasanya air Sungai Martapura kalo musim hujan menggenang sampai ke jalan bahkan masuk kerumah, dengan adanya siring jadi tidak calap (tergenang) lagi. Kita berharap sepanjang RK Ilir ini akan dilakukan penyiringan oleh pemerintah dan fasilitas olahraga di depan siring bisa ditambah karena lapangan basket depan siring ini jadi rebutan orang bermain bola kaki, basket dan lainnya, harap Junaidi.</p> <p style="text-align: justify;">Sementara, Kasatker PKP2B Yulianti Erlinah mengatakan Siring Sungai di R.K Ilir dibangun pada tahun 2015 dengan dana APBN sebesar Rp. 1,9 Miliar, termasuk pedestrian dan fasilitas olahraga warga di depan siring yang sudah tak terawat direnovasi.</p> <p style="text-align: justify;">Yuli menambahkan, Siring RK Ilir termasuk Kawasan Pusaka Kota Banjarmasin. "Di tahun 2015 ini, kita juga melakukan kegiatan pembangunan serupa di Kelurahan Zafri Zam-Zam, dan Kampung Arab Kelurahan Sungai Miai. Kawasan Pusaka Kota Banjarmasin memiliki ciri khas kampung dipinggir sungai sesuai dengan <em>image</em> Kota Banjarmasin Kota Seribu Sungai pembangunan siring dimaksudkan untuk menata permukiman dan menanggulangi abrasi serta mencegah genangan air dipermukiman selain itu juga memudahkan moda transportasi air berupa jukung (perahu) atau kelotok (perahu mesin) yang ingin bertambat," tutur Yuli. (Hardian Randal-Kalsel/ari)</p>