Satker Randal Provinsi Aceh melaksanakan kegiatan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Dan Konsolidasi Laporan Kemajuan Pelaksanaan Kegiatan Bidang Cipta Karya di Banda Aceh, Selasa (05/04/2016). Acara yang berlangsung selama 3 hari ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Cipta Karya Provinsi Aceh, Hanan Fahriz

<p style="text-align: justify;">Satker Randal Provinsi Aceh melaksanakan kegiatan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Dan Konsolidasi Laporan Kemajuan Pelaksanaan Kegiatan Bidang Cipta Karya di Banda Aceh, Selasa (05/04/2016). Acara yang berlangsung selama 3 hari ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Cipta Karya Provinsi Aceh, Hanan Fahrizal.</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Acara dihadiri oleh peserta dari Satker Sektoral di lingkungan Dinas Cipta Karya Provinsi Aceh, Operator SAIBA Kabupaten/Kota, Operator e-Monitoring Reguler/DAK Kabupaten/Kota dan narasumber dari Ditjen Cipta Karya.</p> <p style="text-align: justify;">Tujuan diadakan acara ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada operator kabupaten/kota tentang penggunaan aplikasi e-Monitoring Reguler/DAK, SAIBA dan SiPPa sekaligus mencari solusi terhadap permasalahan yang terjadi pada kabupaten/kota yang terlambat dalam pelaporan serta kabupaten/kota yang hasil persentase pekerjaannya masih minim.</p> <p style="text-align: justify;">Hanan Fahrizal menjelaskan, dari hasil konsolidasi data dengan kabupaten/kota, status penyusunan dokumen RPI2JM Provinsi Aceh 2015, masih ada 8 kabupaten/kota yang perlu mengupdate dokumen RPI2JM, meliputi Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Bireuen, Kabupaten GayoLues, dan Kota Langsa.</p> <p style="text-align: justify;">"Berbicara mengenai pelaporan Tahun Anggaran 2015. Untuk konsolidasi e-Monitoring Reguler, realisasi keuangan dan fisik tahun 2015 hanya mencapai 40% sehingga keuangan tidak dapat dicairkan, untuk SAI dilaporkan terdapat 3 kabupaten/kota yang belum ada SKnya meliputi Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Banda Aceh, dan Kabupaten Aceh Besar sehingga Berita Acara Rekon (BAR)/Arsip Data Komputer (ADK) tahun 2016 tidak dapat dilaporkan," kata Hanan Fahrial.</p> <p style="text-align: justify;">Hanan Fahrial menegaskan, dengan adanya pelatihan penggunaan aplikasi serta konsolidasi laporan kemajuan pekerjaan, diharapkan kepada kabupaten/kota yang masih memiliki hutang laporan agar segera menyelesaikannya. "Karena setiap rupiah yang dikeluarkan harus ada pertanggungjawabannya," pinta Hanan Fahrial. (dsm-randalaceh/ari)</p>