Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Provinsi Aceh mengikutiFocus Group Discussion (FGD)Penyusunan Program Sinkronisasi Jangka Pendek(2018-2020)berbasis provinsi yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Band

Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Provinsi Aceh mengikuti<em>Focus Group Discussion (FGD)</em>Penyusunan Program Sinkronisasi Jangka Pendek<em>(2018-2020)</em>berbasis provinsi yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Banda Aceh, Selasa (17/05/2016). <p style="text-align: justify;">Acara dihadiri oleh Satker Randal Provinsi Aceh, Bappeda Provinsi, Bappeda Kabupaten/Kota, Satker Penyediaan Perumahan Provinsi Aceh, Dinas Sumber Daya Air Provinsi Aceh, Dinas Bina Marga Provinsi Aceh, serta Instansi Pemerintahan Kabupaten/Kota yang menjadi bagian dari pengembangan strategis (WPS) -1 yang meliputi Kota Sabang, Kota Banda Aceh, dan Kota Langsa.</p> <p style="text-align: justify;">Wilayah Pengembangan Strategis bertujuan untuk memadukan pengembangan wilayah dengan pembangunan infrastruktur PUPR, dimulai dari terpadu pada tahap perencanaan, sinkronisasi pada tahap program (dari segi fungsi, lokasi, waktu, besaran, dan dana) dan dilaksanakan pada tahap pelaksanaan konstruksi. Keterpaduan pengembangan wilayah dengan pembangunan infrastruktur PUPR dilakukan di dalam kawasan, antar kawasan, antar WPS (dikembangkan dengan sistem nasional) dan keterpaduan antar tingkat pemerintahan (Pusat, Provinsi dan Kabupaten) dengan melibatkan pihak swasta, sehingga wilayah/kawasan yang berkembang akan lebih menarik banyak investor dan mengurangi disparitas antar wilayah (perkotaan, perdesaan dan perbatasan), mengurangi urbanisasi dan<em>urban sprawl,</em>peningkatan pemenuhan kebutuhan dasar, peningkatan kualitas hidup, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memenuhi kesejahteraan masyarakat yang pada akhirnya untuk menjaga stabilitas dan kesatuan nasional.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam paparan yang disampaikan oleh Kabid Sinkronisasi Program dan Pembiayaan, Doedong Z. Arifin, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam rencana strategis 2015-2019 telah menetapkan 35 Wilayah Pengembangan Strategis (WPS), dimana satu diantaranya berada di Provinsi Aceh, yaitu WPS 1 Pusat Pertumbuhan Sedang Berkembang meliputi Kota Sabang, Kota Banda Aceh, dan Kota Langsa, WPS 1 ini terdapat 4 kawasan prioritas nasional yang memiliki fungsi kawasan pengembangan sebagai pariwisata dan maritim Sabang, Ekonomi terpadu Banda Aceh Darussalam, Industri Lhokseumawe dan Bireuen, dan Lumbung Pangan Peureulak," ujar Doedong. (dsm/randalaceh/ari)</p>