Direktorat Keterpaduan Infrastruktur Permukiman (KIP), Ditjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Kegiatan TA 2016 di lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya Regional I di Semarang, Selasa, (17/05/2016). Rapat Ko

<p style="text-align: justify;">Direktorat Keterpaduan Infrastruktur Permukiman (KIP), Ditjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Kegiatan TA 2016 di lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya Regional I di Semarang, Selasa, (17/05/2016).</p> <p style="text-align: justify;"><span style="line-height: 1.5em;">Rapat Koordinasi percepatan pelaksanaan ini dilaksanakan dalam rangka inventarisasi permasalahan dan konfirmasi rencana tindaklanjut percepatan pelaksanaan terhadap Satker Penentu dengan realisasi anggaran dibawah rata-rata realisasi Ditjen Cipta Karya. Sehubungan dengan masih rendahnya realisasi penyerapan anggaran Direktorat Jenderal Cipta Karya (11,84%) dan sehubungan masih terdapat sebanyak 187 paket kegiatan yang belum dilelangkan.</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="line-height: 1.5em;">Acara dibuka langsung oleh Direktur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman (KIP), Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR Dwityo A. Soeranto. Dalam sambutan dan arahannya Dwityo menyampaikan bahwa, percepatan kegiatan perlu dilakukan karena progress Ditjen Cipta Karya termasuk yang paling rendah (11,84%) dibandingkan dengan 3 Satminkal lain dengan pagu terbesar di Kementerian PUPR. Kinerja capaian pelaksanaan Ditjen Cipta Karya</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="text-align: justify; line-height: 1.5em;">Dalam arahannya, Dwityo menyampaikan langkah-langkah percepatan kegiatan yang harus diambil oleh Satker Penentu dalam mengejar ketertingalan terhadap target penyerapan yang telah disusun dan dipantau oleh pimpinan diantaranya seluruh Satker diharapkan dapat segera memproses penarikan uang muka untuk paket kegiatan yang sudah terkontrak, segera melakukan kontrak untuk paket kegiatan yang siap kontrak, segera mengusulkan revisi paket kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan akibat ketidaksiapan DED maupun lokasi kepada Direktorat KIP, dan dalam rangka penghematan anggaran, direktorat sektor bersama dengan Satker terkait segera memutuskan paket yang masuk dalam penghematan/</span><em style="text-align: justify; line-height: 1.5em;">self blocking</em><em style="text-align: justify; line-height: 1.5em;"></em><span style="text-align: justify; line-height: 1.5em;">serta segera melakukan pemuktahiran data e-monitoring.</span><span style="text-align: justify; line-height: 1.5em;">sangat dipengaruhi oleh kinerja pelaksanaan kegiatan Satker dengan pagu di atas Rp.25 milyar atau yang lebih biasa disebut Satker Penentu, sambut Dwityo.</span></p> <p style="text-align: justify;">Setelah sambutan Direktur KIP, acara dilanjutkan dengan paparan mengenai verifikasi data pelaksanaan kegiatan di lingkungan Ditjen Cipta Karya yang disampaikan oleh Kasubdit Pengelolaan Data dan Sistem Informasi, Sri Murni Edi,dan evaluasi progress pelaksanaan kegiatan Ditjen Cipta Karya TA 2016 yang disampaikan oleh Kasubdit Keterpaduan Pelaksanaan,Tanozisochi Lase.</p> <p style="text-align: justify;"><span style="line-height: 1.5em;">Rakor percepatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan</span><em style="line-height: 1.5em;">desk</em><span style="line-height: 1.5em;">. Desk dilakukan dalam rangka menginventarisasi lebih detail permasalahan pada masing-masing satker dan menyepakati tindaklanjut yang akan dilakukan. Diharapkan melalui acara rapat koordinasi percepatan ini, kinerja pelaksanaan Direktorat Jenderal Cipta Karya dapat meningkat sesuai dengan target yang telah direncanakan.(tata_randaljateng/ari)</span></p>