Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi Papua Barat pada Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menggelar Workshop Sinkronisasi dan Penajaman Keterpaduan Program Bidang Cipta Karya serta pelatihan Siste

<p style="text-align: justify;">Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi Papua Barat pada Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menggelar Workshop Sinkronisasi dan Penajaman Keterpaduan Program Bidang Cipta Karya serta pelatihan Sistem Akuntansi Instansi (SAI), e-Monitoring, e-Procurement dan SIPPa kabupaten/kota Provinsi Papua Barat selama 3 hari (24-26/05/2016), di Manokwari.</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Workshop ini bertujuan untuk sinkronisasi dan penajaman program pembangunan bidang cipta karya tahun 2017, serta menyusun program kegiatan bidang Cipta Karya untuk tahun 2018. Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan aparat Pemerintah Kabupaten/Kota, dimana program ini perlu adanya pelatihan untuk aplikasi SIPPa, e-Monitoring, SAI dan e-Procurement dalam meningkatkan pelaporan.</p> <p style="text-align: justify;">Gubernur Papua Barat yang diwakili oleh Asisten III Setda Provinsi Papua Barat Fransiskus Kosamah mengungkapkan, Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Satuan Kerja Randal PIP Provinsi Papua Barat telah mendukung Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat dalam penyusunan RPIJM dengan memfasilitasi berupa tenaga ahli konsultan pendamping.</p> <p style="text-align: justify;">Kegiatan ini juga dipandang perlu untuk evaluasi penajaman program bagi kabupaten/kota yang sampai saat ini masih bersifat<em>shopping list</em>dan perlu direvisi untuk tahun anggaran 2018, maka diperlukan tindaklanjut dengan kajian luas wilayah dan kondisi geografis, kajian teknis, maupun kajian potensi daerah, demokratif serta kabupaten/kota se-Papua Barat, ujar Fransiskus.</p> <p style="text-align: justify;">Fransiskus menjelaskan, sesuai visi dan misi Gubernur Papua Barat yang tertera pada RPJMD tahun 2012-2016 secara langsung menjadi pedoman acuan dalam penyusunan Renstra SKPD dalam periode yang sama, kurun waktu 5 tahunan.[Lilis-Randal Papua Barat/bns]</p>