Dengan dibentuknya Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) untuk meningkatkan perkembangan dan peningkatan tugas dan fungsi Kementerian PUPR, maka sebagai langkah awal Kepala BPPW Provinsi Nusa Tenggara Timur Herman Tobo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Belu, Kamis (13/06/2019).


Dengan dibentuknya Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) untuk meningkatkan perkembangan dan peningkatan tugas dan fungsi Kementerian PUPR, maka sebagai langkah awal Kepala BPPW Provinsi Nusa Tenggara Timur Herman Tobo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Belu, Kamis (13/06/2019).

Tujuan dari kunjungan ini selain bersilaturahmi sekaligus juga untuk memperkenalkan perubahan struktur Satker di lingkup Cipta Karya Provinsi NTT yang menjadi BPPW NTT serta untuk melihat secara langsung pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya yang sudah dibangun di Kabupaten Belu.

Pada kesempatan ini, Herman melakukan rapat koordinasi dengan Bupati Belu Willybrodus Lay. Turut hadir pula Direktur PDAM Kabupaten Belu, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Belu, dan koordinator KOTAKU. Herman memaparkan beberapa hal terkait program yang ada di BPPW NTT dan diharapkan dengan dibentuknya balai maka dapat disinergikan prioritas pembangunan Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah. 

Sementara itu, Bupati Belu Willybrodus Lay menyambut baik dan menyampaikan bahwa Kabupaten Belu merupakan salah satu kabupaten yang termasuk dalam KSPN perbatasan yaitu perbatasan Indonesia dan Timor Leste. “Kabupaten Belu merupakan pintu perbatasan yang sangat ramai melebihi 2 kabupaten lainnya, yaitu kabupaten TTU dan Kabupaten Malaka. Setiap tahunnya ada peningkatan wisatawan sehingga perlu dukungan infastruktur yang lebih baik lagi,” kata Willy.

Menurut Willy, prasarana ruang publik sangat dibutuhkan karena banyak sekali wisatawan yang datang, baik dari dalam maupun dari luar negeri dan banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi di Kabupaten Belu sementara infastruktur yang ada kurang memadai.

Willy berharap agar Pemerintah Pusat dapat membantu dalam mengintervensi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Belu seperti pembangunan jalan, pembangnunan sarana air bersih dan ruang terbuka hijau atau parasarana ruang publik.

Selanjutnya, Kepala BPPW NTT beserta tim BPPW NTT dan Koordinator KOTAKU melakukan monitoring terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang sedang dilaksanakan di Kabupaten Belu.

Untuk tahun anggaran 2019, Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui BPPW NTT sedang membangun infastruktur jalan lingkungan di kawasan perkampungan adat Mata Besi, pembangunan prasarana air minum di Molas Oan, serta penanganan kawasan kumuh di Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Atambua. (bppwntt/ari)