Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2017 di lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya mendapatkan Bimbingan Teknis seluruh sektor Cipta Karya. Bimtek bertujuan mencetak Sumber Daya Manusia Ditjen Cipta Karya yang mampu melihat semua sektor untuk membentuk perspektif “Satu Cipta Karya, Cipta Karya Satu”.


Bimtek bertempat di Balai Teknik Air Minum (BTAM) Jl. Chairil Anwar I No. 1 Margahayu, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada 22 – 25 Mei 2019. Kegiatan bimbingan teknis ini dibuka oleh Ir. T. Iskandar, MT, Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya. Selain diikuti oleh CPNS di lingkungan Ditjen Cipta Karya, Bimtek juga diikuti oleh CPNS di lingkungan Kementerian Keuangan.

 

“Dirjen Cipta Karya sangat menaruh perhatian yang besar pada kegiatan bimbingan teknis ini. Ini merupakan salah satu cara untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkompetensi,” ungkap Iskandar.

 

Iskandar juga menambahkan bahwa pelaksanaan pekerjaan saat ini sudah tidak lagi dengan menggunakan pendekatan sektoral, tetapi dengan melihat sesuatu secara keseluruhan sebagai suatu kesatuan. Oleh sebab itu, seluruh pegawai perlu untuk mengetahui seluruh bidang keciptakaryaan secara umum. Hal ini selaras dengan moto Dirjen Cipta Karya, yaitu ‘Satu CK, CK satu’.

Materi pada bimbingan teknis ini disampaikan melalui metode perkuliahan/penjelasan materi di kelas. Narasumber yang dihadirkan adalah para Pejabat Tinggi Pratama atau yang mewakili di lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Materi yang disampaikan meliputi struktur organisasi dan dukungan manajemen kegiatan bidang cipta karya, strategi penguatan peran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam pencapaian bidang cipta karya, kebijakan dan strategi pada bidang air minum, penataan bangunan, pengembangan permukiman dan penyehatan lingkungan permukiman serta rehabilitasi/pembangunan fasilitas pendidikan, olahraga dan pasar.

Selain materi perkuliahan di dalam kelas, para peserta bimbingan teknis dibekali dengan praktik di laboratorium dan workshop. Pada praktik di bidang air minum, para peserta diberikan informasi mengenai prinsip pengolahan air bersih, parameter-parameter air yang digunakan dan cara pengujiannya, wujud fisik instalasi pengolahan air, material perpipaan dan cara penyambungan pipa serta bagaimana pengaturan mekanikal elektrikal pada instalasi pengolahan air.

Selain itu, pada praktik di bidang penyehatan lingkungan, para peserta bimbingan teknis juga belajar mengenai prinsip pengolahan air limbah domestik, cara pengambilan sampel air dan metode pengujian kualitasnya, metode penentuan karakteristik sampah, cara pembuatan kompos serta prinsip kerja kolam retensi dalam sistem drainase. (Dewi)