Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Satker Randal PIP) ProvinsiSulawesiUtaramelaksanakan kegiatan Workshop Sinkronisasi Program Tahun 2016 untuk menyeragamkan setiap Program Bidang Cipta Karya Kabupaten/Kota terkait program investasi yang menjadi prioritas

<p style="text-align: justify;">Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Satker Randal PIP) ProvinsiSulawesiUtaramelaksanakan kegiatan Workshop Sinkronisasi Program Tahun 2016 untuk menyeragamkan setiap Program Bidang Cipta Karya Kabupaten/Kota terkait program investasi yang menjadi prioritas utama.Kegiatan workshop ini dilaksanakan di Manado, Rabu(25-27/05/2016). Acara ini di buka secara resmi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum J.E Kenap yang di dampingi oleh Kasatker Randal PIP ProvinsiSulawesi UtaraHengki Manumpil.</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Tujuan dari workshop yaitudalam rangka mewujudkan tujuan pembangunan nasional yaitu mencapai sasaran RPJMN 2015-2019 mengenai Gerakan 100-0-100 dalam hal ini melalui Program Investasi Kabupaten/Kota yang merupakan rekapitulasi dari dokumen RPIJM yang telah disusun dengan mempertimbangkan kemampuan kabupaten/kota dari aspek teknis biaya dan waktu.</p> <p style="text-align: justify;">Selain itu rencana program investasi harus dilengkapi dengan kesepakatan pendanaan yang di wujudkan melalui persetujuan dan tanda tangan dari bupati/walikota/gubernur selaku kepala daerah. Program Investasi Bidang Cipta Karya disusun berdasarkan prioritas menurut kebutuhan kabupaten/kota untuk memenuhi sasaran dan rencana pembangunan yang ada di kabupaten/kota,kata Hengki.</p> <p style="text-align: justify;">Sementara,J.E. Kenap berharap dalam kegiatan workshop ini setiap utusan kabupaten/kota dapat proaktif dalam membahas setiap program investasi di daerah masing-masing serta dapat memprioritaskan program investasinya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan yang ada di kabupaten/kota sehingga pencapaian target akses pelayanan air minum 100%, pengurangan kawasan kumuh hingga 0%, dan akses pelayanan sanitasi 100% dapat terwujud.(Melky Kaunang I Randal Sulut/ari)</p>