Sebagai upaya meningkatkan pemahaman bagi personil Satker PIP yang ditunjuk sebagai petugas pelaporan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan infrastruktur permukiman di Kabupaten/Kota, Unit Kerja Randal PIP Provinsi Maluku Utara melaksanakan Workshop Pembekalan Petugas e-Monitoring Bidang Cipta Karya Tahun 2018, Kamis (19/07/2018), di Kota Ternate.


Dalam sambutannya, Pejabat Pembuat Komitmen Randal PIP Provinsi Maluku Utara Muslim Saleh mengatakan, peserta yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 51 orang, yang terdiri dari Satker PIP Kabuapten/Kota, konsutan individual, serta konsultan program infrastruktur berbasis masyakat, yakni Program Pamsimas dan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Selain itu, terdapat beberapa narasumber penting yang dilibatkan dalam kegiatan ini, antara lain yaitu konsultan individual, Satker PSPLP dan Satker PKPAMS. Sementara itu, mewakili Kepala Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara, Kepala Bidang Penataan Ruang Jerry Pasilia mengatakan, bahwa workshop ini memiliki tiga  tujuan stategis, antara lain tersosialisasikannya petunjuk dan langkah awal pelaksanaan kegiatan Satuan Kerja PIP Kabupaten/Kota, terwujudnya pemahaman SDM bagi  Satuan Kerja PIP Kabupaten/Kota dalam proses administrasi kegiatan berbasis masyarakat, serta meningkatnya  pemahaman dan keterampilan petugas Satuan Kerja PIP Kabupaten/Kota yang ditunjuk untuk menggunakan aplikasi e-Monitoring reguler dan DAK, SAIBA dan SAS yang wajib digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pencairan anggaran, pelaporan keuangan dan kemajuan fisik. Selanjutnya, Jerri menambahkan, berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Pekerjaan Uumum Nomor 14/PRT/M/2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum yang Merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan Sendiri, setiap Satuan Kerja dalam lingkup Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat wajib membentuk unit akuntansi pengguna anggaran/barang (UAKPA/B) dan menyelenggarakan sistem informasi manajemen dan akuntansi barang milik negara (SIMAK BMN).  “Unit akuntansi yang sudah terbentuk harus memiliki pemahaman dan keterampilan mengelola kegiatan dan pelaporannya berbasis e-Monitoring. Karena itu, saya mengharapkan semua peserta dapat mengikuti kegiatan ini sampai selesai, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai,” tutur Jerri. (randal Maluku utara/ari)