Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Direktorat Keterpaduan Infrastruktur Permukiman (KIP) bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan Diskusi Pengembangan Spesifikasi Program Bidang Cipta Karya dalam Rangka Keterpaduan Pembiayaan, Selasa (21/08/2018) di Ruang Rapat Gedung PIP2B Provinsi Kalimantan Timur.


Peserta diskusi berasal dari Badan Perencanaan Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur, Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Kawasan Permukiman Provinsi Kalimantan Timur, Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan Provinsi Kalimantan Timur, Satker Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman Provinsi Kalimantan Timur serta Satker Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Provinsi Kalimantan Timur.  Kasubdit Keterpaduan Pembiayaan Mulana MP Sibuea mengungkapkan, diskusi ini dilakukan untuk melengkapi data kuantitatif yang telah diperoleh dari Direktorat  KIP. Lingkup diskusi diantaranya yaitu melakukan konfirmasi/verifikasi (penjelasan tambahan) terkait kebijakan, program, atau kegiatan yang telah berjalan telah sesuai dengan rencana dan memastikan relevansi, efektivitas, efisiensi, dampak, dan bahkan keberlangsungan kegiatan tersebut. Sehingga hasil diskusi ini diharapkan dapat mengetahui realitas yang terjadi dalam pencapaian kinerja Gerakan 100-0-100.  Tujuan kegiatan ini adalah terselenggaranya diskusi terbatas terkait kebutuhan spesifikasi program Satker sektor, Randal dan Pemerintah Daerah dalam mencapai Renstra Kementarian PUPR 2015-2019 dan mendukung prioritas nasional.  “Hasil pembahasan dari diskusi ini diharapkan adanya pembagian kewenangan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 yang mana Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ada kegiatan pembangunan pipa 600 mm yang berlokasi di Teritip, serta pembangunan SPAM Maloy sebagai salah satu kawasan strategis Kalimantan Timur. (Umi/Randal-Kaltim/ari) Share : <a data-cke-saved-href="https://twitter.com/intent/tweet?text=" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=" "="" target="_blank" style="box-sizing: border-box; color: rgb(153, 153, 153); text-decoration-line: none; transition: 0.5s; font-family: sans-serif; font-size: 10px; text-transform: uppercase; letter-spacing: 1px;">TWITTER <a data-cke-saved-href="http://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=" href="http://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=" +="" document.url="" "="" '="" target="_blank" style="box-sizing: border-box; color: rgb(153, 153, 153); text-decoration-line: none; transition: 0.5s; font-family: sans-serif; font-size: 10px; text-transform: uppercase; letter-spacing: 1px;">FACEBOOK PINTEREST BERITA