Demi mewujudkan keterpaduan penyusunan database infrastruktur permukiman yang sejalan dengan kebijakan satu data nasional, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Unit Kerja Randal Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan Konsolidasi Pendampingan Satu Data Bidang Infrastruktur Permukiman, Selasa (18/09/2018) di Palembang.

 

PPK Randal Sumsel Yudiansyah mengungkapkan, bahwa kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari dimana sehari sebelumnya telah diadakan pengarahan oleh tim pusat, yaitu Plh Kasi Pengolaan Data Subdit PDSI Intan Paramitha yang dibantu Subdit Rentek PKP Direktorat PKP dan Satker Randal PIP. Pengarahan tersebut dihadiri oleh Koordinator Satker Ditjen Cipta Karya Provinsi Sumsel dan para Kasatker Ditjen Cipta Karya Provinsi Sumsel yang membahas mekanisme pelaksanaan Konsolidasi Satu Data serta pemanfaatan Sistem Informasi Ditjen Cipta Karya yang terdiri atas SIMSPAM, SIINSAN, SIPKP dan SIBPB. Yudiansyah juga menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat penting mengingat basis data perlu disediakan dan dikonsolidasikan secara sistematis, dimulai dari tingkat kabupaten/kota, khususnya Bappeda yang ditunjuk sebagai penanggungjawab, tingkat provinsi lalu ke tingkat pusat sehingga menghasilkan  keluaran berupa database bidang pembangunan infrastruktur permukiman yang akurat, dapat dipercaya serta dapat dijadikan sebagai sarana penunjang perumusan kebijakan strategi, rencana program serta pelaksanaan dan evaluasi bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat. Selain itu, Intan menambahkan bahwa tugas yang berkenaan dalam mendukung kebijakan satu data tersebut antara lain melakukan pengelolaan data yang dimulai dari tahap pengumpulan, penyimpanan, pengolahan serta penyajian data sesuai dengan kebutuhan pengguna. Selanjutnya, Intan menjelaskan bahwa sinkronisasi instrumen pengumpulan data dengan sistem informasi Ditjen Cipta Karya diperlukan guna memastikan kebutuhan data unit kerja yang tertuang dalam instrumen terakomodir dalam SIM/aplikasi masing-masing unit kerja menuju satu data Cipta Karya. Intan juga mengharapkan output dari kegiatan ini agar database di bidang air minum, penyehatan lingkungan permukiman, pengembangan kawasan permukiman, penataan bangunan dan lingkungan serta perencanaan dan penganggaran di Provinsi Sumsel dapat terverifikasi dan tervalidasi serta teridentifikasinya permasalahan yang ada dalam pemutakhiran data. (RB-RandalSumsel/ari)