Direktur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Edward Abdurrahman melakukan evaluasi capaian progres fisik dan progres keuangan kepada Satuan Kerja Ditjen Cipta Karya di seluruh provinsi di Indonesia dengan sambungan video teleconference, beberapa waktu lalu.


Kasatker PSPLP yang juga Kasatker Strategis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Miarka Risdawati menjelaskan, untuk progres fisik dan progres keuangan Cipta Karya Provinsi Babel per-September sudah mencapai 48,1% dan 53,2% untuk progres keuangan.

Bertempat di ruangan rapat Gedung PIP2B, dalam penjelasannya Miarka mengatakan untuk progres fisik Satker PSPLP mencapai 51,74% dan progres keuangan mencapai 46,47%, untuk Satker PSPAM progres fisik sebanyak 58,65% dan progres keuangan sebanyak 54,91%, untuk Satker Bangkim progres fisik mencapai 50,07% dan progres keuangan sebanyak 49,96% dan untuk Satker PBL progres fisik sebanyak 45,43% dan progres keuangan mencapai 26,36%.

Miarka juga menjelaskan solusi yang diambil untuk menaikan progres keuangan adalah melakukan revisi DIPA menunggu dari pusat, percepatan termin dengan mempercepat progres fisik di lapangan dengan menambah personil/jam kerja dan material pembangunan.

Sementara itu, Edward mengatakan evaluasi progres ini menjadi tanggung jawab bersama antara pusat dan daerah,yang terpantau baru 30%, pusat tidak mungkin melihat seluruh kondisi riil di lapangan progres dan kualitas di lapangan, itulah peran koordinator Satker. “Ke depannya evaluasi sudah berbicara kualitas dan manfaat terhadap masyarakat apa yang dibangun oleh Cipta Karya, terkait provinsi yang dapat dana pinjaman luar negeri harus disiapkan secara baik,” jelas Edward.

Turut serta dalam video teleconference di Provinsi Babel, yaitu PPK Randal Provinsi Babel Ahmad Irwan Kusuma, PPK PSPAM Provinsi Babel Adebasara, Kasatker Bangkim Provinsi Babel Nurul Azmi dan mewakili Kasatker PBL Provinsi Babel Tuti. (vinsRandalBabel/ari)