Data visual berupa foto dan video merupakan suatu media untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kualitas data yang baik sangat diperlukan agar pesan yang akan disampaikan kepada masyakat dapat tercapai. Oleh sebab itu, Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Subdit Pengelolaan Data dan Sistem Informasi melaksanakan Bimbingan Teknis Produksi Data Visual untuk mengenalkan proses produksi data visual sebagai tugas dokumentasi kepada Satuan Kerja bidang Cipta Karya di Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (09/07/2018).


Peserta yang mengikuti acara ini terdiri dari petugas dokumentasi dan publikasi Satuan Kerja sektor dan Randal provinsi di wilayah timur dan wilayah barat. Acara dibuka oleh Kasubdit Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Sri Murni E.K. 

Sri Murni mengatakan kewajiban pelaporan kinerja kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas kinerja seiring dengan keterbukaan informasi publik harus didukung dengan data yang akurat dan mutakhir, terpadu, dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat. 

Sistem e-monitoring kementerian/lembaga yang merupakan tulang punggung sistem pelaporan yang cepat akurat dan terstandar, di dalamnya mencakup profil kegiatan yang dilaksanakan melalui anggaran Satuan Kerja. Dalam profil kegiatan tersebut terdapat titik koordinat dan data visual berupa foto dokumentasi. Kualitas pelaporan yang didukung oleh data visual yang baik akan membantu memberikan informasi kepada pimpinan dalam mengambil keputusan dan memperkenalkan kepada publik tentang pembangunan di bidang Cipta Karya. 

“Diharapkan output dari acara ini dapat meningkatkan pengiriman data visual melalui sinkronisasi system server (SSS), memaksimalkan fungsi jaringan SSS sebagai pusat berbagi paket yang ada di lingkungan Cipta Karya, meningkatkan komunikasi kerja sama dan produktivitas antara PPK Randal provinsi dan teman-teman di sektor bidang cipta karya, meningkatkan kemampuan petugas dokumentasi dan videografi dan data visual,“ tutur Sri Murni. 

Sri murni menambahkan, data visual mempresentasikan wujud dari pembangunan dan kegiatan di lapangan. Data statistik, spasial dan visual akan saling melengkapi dalam memberikan informasi dengan proses produksi yang terencana. (Randal Babel/ari)