Untuk mendukung adanya keterpaduan terkait kegiatan pembangunan di Kabupaten Gianyar, Unit Kerja Perencanaan dan Pengendalian PIP mengadakan kegiatan Rapat Sosialisasi Awal Penyusunan Rencana Kawasan Permukiman (RKP), Kamis (24/05/2018) di Kantor Bappeda Gianyar.


Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing perangkat daerah di Kabupaten Gianyar serta perwakilan dari Satuan Kerja Cipta Karya di Provinsi Bali tersebut dibuka oleh Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Gianyar Gede Widarma Suharta serta oleh Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian PIP Juhari Sianturi. 

Juhari mengungkapkan, Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman, yang menyatakan prinsip penyelenggaraan kawasan permukiman merupakan perwujudan kegiatan pembangunan peruntukan perumahan di kawasan permukiman sebagaimana yang dituangkan di dalam rencana tata ruang yang mengutamakan keterpaduan prasarana, sarana, dan utilitas kawasan umum sebagai pengendalian dan pengembangan perumahan dan kawasan permukiman yang merupakan dasar dari penyusunan Dokumen Rancangan Kawasan Permukiman (RKP). 

“Dalam upaya meningkatkan kualitas keterpaduan pembangunan kawasan permukiman, maka PP Nomor 14 Tahun 2016 mengatur mengenai ketentuan untuk menyusun Dokumen Rencana Kawasan Permukiman (RKP) sebagai pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan dalam pembangunan kawasan permukiman,” papar Juhari. 

Selain itu, Juhari juga menerangkan bahwa dalam rangka implementasi PP Nomor 14 Tahun 2016, Ditjen Cipta Karya memberikan dukungan dan fasilitasi kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam proses penyusunan Rencana Kawasan Permukiman (RKP), sehingga diharapkan adanya kerja sama yang baik antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat. 

“Kegiatan ini akan dilaksanakan oleh unit kerja Perencanaan dan Pengendalian PIP melalui dukungan tim konsultan yang akan berkerja bersama dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar dengan periode waktu 7 bulan. Sehingga dimohon adanya dukungan Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk didalamnya menugaskan instansi dan pejabat kunci yang akan berkoordinasi intensif dengan tim pelaksana pekerjaan,” ungkap Juhari. 

Dilain kesempatan, Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Gianyar Gede Widarma Suharta mengungkapkan apresiasi karena telah memilih Kabupaten Gianyar sebagai pilot project dalam penyusunan Rencana Kawasan Permukiman (RKP)  di wilayah Kabupaten. 

“Saya sangat bersyukur karena dari 436 kabupaten/kota yang terdapat di Indonesia, Kota Siantar dan Kabupaten Gianyar terpilih sebagai lokasi percontohan dalam pembuatan Rencana Kawasan Permukiman (RKP) tahun 2018,” ungkap Widarma. (Randal Bali/Ari)