Direktur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman (KIP) Direktorat Jenderal Cipta Karya Dwityo A. Soeranto, saat di Manokwari berkesempatan mengunjugi gedung Pusat Informasi Pengembangan Permukiman dan Bangunan (PIP2B) Provinsi Papua Barat di Komplek Perkantoran Gubernur Papua Barat Arfai Manokwari, Rabu (04/04/2018).


Dalam kunjungannya, Direktur KIP disambut oleh Kepala Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Provinsi Papua Barat Marsudi, PPK Unit Kerja Randal PIP Provinsi Papua Barat Jamaludin Ugar, dan Kepala Satker PSPLP Provinsi Papua Barat Eduardus Halaseren, serta staf Satker PBL Provinsi Papua Barat dan PPK Randal PIP Provinsi Papua Barat.

Dwityo menekankan bahwa gedung yang representatif adalah gedung yang dilengkapi dengan kamar mandi yang bersih dan ruang ibadah. Untuk itu, Dwityo meminta agar gedung PIP2B Provinsi Papua Barat selain dilengkapi dengan ruang kerja dan ruang pertemuan, juga didukung dengan toilet yang bersih, agar suasana kerja dan para tamu yang datang merasa nyaman.

“Kalau pencahayaan dan peralatan bagus seperti ini cukup untuk rapat, dan ruang rapat gedung PIP2B Provinsi Papua Barat sudah cukup memadai,” kata Dwityo.

Dwityo mengungkapkan, dulunya PIP2B dibangun bertujuan sebagai center of excellent atau pusat informasi tentang Ditjen Cipta Karya. Sehingga setiap orang yang ingin mengetahui tentang Ditjen Cipta Karya bisa datang ke gedung PIP2B. Apalagi ke depan prinsip gedung di lingkungan Ditjen Cipta Karya menuju pada bangunan yang ramah dan berwawasan lingkungan atau green building. Untuk itu, Dwityo menyarankan agar gedung PIP2B Provinsi Papua Barat dapat menampilkan ciri khas daerah Papua Barat.

Dwityo juga berpesan agar memanfaatkan dan menjaga keamanan serta kebersihan kantor dan lingkungannya, guna mendukung kegiatan di bidang Cipta Karya. Selain itu, diharapkan bagi Satker sektor yang masih menyewa kantor dapat ikut memanfaatkan ruang gedung PIP2B yang masih kosong.

Gedung PIP2B Provinsi Papua Barat telah direnovasi oleh Satker PBL menggunakan anggaran tahun 2017. Diharapkan setelah renovasi dapat mendukung layanan informasi dan promosi tentang pusat informasi pengembangan permukiman dan bangunan di Provinsi Papua Barat yang telah berjalan sejak tahun 2009 hingga 2011.

Gedung PIP2B telah mencakup ruang konsultasi, diskusi, audio visual, pertemuan, pameran, display, perpustakaan, perpustakaan digital, server, dan pengolahan informasi lain. Selain itu terdapat sarana penunjang lainnya seperti lobi informasi, ruang mekanikal elektrikal, mushola publik, toilet publik, fasilitas bagi penyandang cacat, dan lahan parkir. (Lilis Randal Papua Barat/ari)

Dalam kunjungannya, Direktur KIP disambut oleh Kepala Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Provinsi Papua Barat Marsudi, PPK Unit Kerja Randal PIP Provinsi Papua Barat Jamaludin Ugar, dan Kepala Satker PSPLP Provinsi Papua Barat Eduardus Halaseren, serta staf Satker PBL Provinsi Papua Barat dan PPK Randal PIP Provinsi Papua Barat.

Dwityo menekankan bahwa gedung yang representatif adalah gedung yang dilengkapi dengan kamar mandi yang bersih dan ruang ibadah. Untuk itu, Dwityo meminta agar gedung PIP2B Provinsi Papua Barat selain dilengkapi dengan ruang kerja dan ruang pertemuan, juga didukung dengan toilet yang bersih, agar suasana kerja dan para tamu yang datang merasa nyaman.

“Kalau pencahayaan dan peralatan bagus seperti ini cukup untuk rapat, dan ruang rapat gedung PIP2B Provinsi Papua Barat sudah cukup memadai,” kata Dwityo.

Dwityo mengungkapkan, dulunya PIP2B dibangun bertujuan sebagai center of excellent atau pusat informasi tentang Ditjen Cipta Karya. Sehingga setiap orang yang ingin mengetahui tentang Ditjen Cipta Karya bisa datang ke gedung PIP2B. Apalagi ke depan prinsip gedung di lingkungan Ditjen Cipta Karya menuju pada bangunan yang ramah dan berwawasan lingkungan atau green building. Untuk itu, Dwityo menyarankan agar gedung PIP2B Provinsi Papua Barat dapat menampilkan ciri khas daerah Papua Barat.

Dwityo juga berpesan agar memanfaatkan dan menjaga keamanan serta kebersihan kantor dan lingkungannya, guna mendukung kegiatan di bidang Cipta Karya. Selain itu, diharapkan bagi Satker sektor yang masih menyewa kantor dapat ikut memanfaatkan ruang gedung PIP2B yang masih kosong.

Gedung PIP2B Provinsi Papua Barat telah direnovasi oleh Satker PBL menggunakan anggaran tahun 2017. Diharapkan setelah renovasi dapat mendukung layanan informasi dan promosi tentang pusat informasi pengembangan permukiman dan bangunan di Provinsi Papua Barat yang telah berjalan sejak tahun 2009 hingga 2011.

Gedung PIP2B telah mencakup ruang konsultasi, diskusi, audio visual, pertemuan, pameran, display, perpustakaan, perpustakaan digital, server, dan pengolahan informasi lain. Selain itu terdapat sarana penunjang lainnya seperti lobi informasi, ruang mekanikal elektrikal, mushola publik, toilet publik, fasilitas bagi penyandang cacat, dan lahan parkir. (Lilis Randal Papua Barat/ari)