Berkaitan dengan porsi pembiayaan penanganan kawasan kumuh di Kota Pangkalpinang sebagai ibu kota Provinsi Bangka Belitung yang masih terfokus dari pendanaan APBN Kementerian PUPR dan dana IDB dari KOTAKU, unit kerja Randal PIP Provinsi Bangka Belitung menggelar Rapat Keterpaduan Kegiatan Cipta Karya Tahun 2018-2019 di Gedung P2PIP, Senin (02/04/2018).


Rapat tersebut beragendakan pengisian profil keterpaduan tahun 2018-2019, kesiapan verifikasi lokasi prioritas keterpaduan tahun 2018-2019, dan pelelangan tahun 2018. Rapat ini langsung dipimpin oleh PPK Randal Provinsi Babel Ahmad Irwan Kusuma. Dalam paparannya Kusuma menegaskan rapat ini bisa menyelesaikan beberapa masalah yang ada seperti mengecek kembali kesiapan Satker sektoral Cipta Karya, Pemerintah Provinsi, dan tim KOTAKU terhadap identifikasi awal program kegiatan yang akan dilaksanakan di kawasan kumuh Pasir Putih Pasar Pagi, menyusun kembali kawasan kumuh, serta diharapkan kepada OPD terkait komitmennya terhadap program ini.

Acara tersebut dihadiri oleh Satker sektoral, Dinas Perumahan Rakyat, dan tim dari KOTAKU yang menghasilkan beberapa poin dengan penyelesaian masalah yang ada. Poin tersebut antara lain seperti mengarahkan pembangunan Perumahan Tidak Layak Huni (RTLH) dari dana DAK dan CSR PT. Timah ke lokasi kumuh Pasir Putih dan Pasar Pagi, melaksanakan koordinasi untuk mengonfirmasi langsung ke Pemerintah Kota Pangkalpinang terhadap kepastian anggaran tahun 2018 untuk penanganan kawasan kumuh, mengumpulkan data koordinat kegiatan infrastruktur, mengonfirmasi kegiatan TPS 3R kepada OPD yang berkaitan, dan pembangunan jaring penangkap sampah oleh KOTAKU yang didanai dari CSR PT. Timah. (vins/rdlbabel/ari)