Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui unit kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Rapat Koordinasi Awal Tahun Bidang Cipta Karya Tahun Anggaran 2018 di Kendari, Rabu (14/03/2018).


Rakorwal tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Tenggara, Pahri Yamsul. Narasumberyang hadir yaitu dari Kasubdit Pemantauan dan Evaluasi Direktorat KIP Joerni Makmoerniati, dan PPK Hibah Randal Pusat Tommy Permadhi. Rapat tersebut diikuti sebanyak 50 orang peserta yang terdiri dari unsur Bappeda Provinsi, Bappeda Kabupaten/Kota, 17 Dinas PU Kabupaten/Kota Provinsi, serta para Satker Bidang Cipta Karya Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pahri menyampaikan bahwa masalah utama saat ini di Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu penanganan banjir. Terkait masalah ini, kami sudah masukkan ke dalam APBD 1, tetapi kami tetap mengharapkan dukungan sharing dari dana APBN melalui kegiatan bidang Cipta Karya.

Sementara, Joerni menjelaskan bahwa koordinasi awal ini merupakan forum diskusi antara  unit Satuan Kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya dengan unit kerja bidang  Cipta Karya kabupaten/kota. Pemantauan dan evaluasi dikoordinasikan oleh PPK Randal PIP Provinsi Sulawesi Tenggara. Diskusi dalam forum ini telah mengklarifikasi kesiapan Pemerintah Kabupaten/Kota maupun unit Satker bidang Cipta Karya untuk melaksanakan kegiatan TA 2018.

Adapun beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dari hasil diskusi ini yaitu kegiatan Pengembangan SPAM sebesar 40 liter/detik, dengan kondisi pelayanan yang sudah ada   masih mengalami kebocoran sebesar 61%. Dalam forum ini diketahui bahwa Kabupaten Buton Selatan merupakan kabupaten yang berkomitmen sangat baik dan berhasil 100% melaksanakan program pelayanan air minum dengan memanfaatkan dana hibah air minum. Rencana pembangunan TPA di Kabupaten Muna perlu clearing berupa penebangan pohon oleh masyarakat, dan beberapa kabupaten yang berpotensi memanfaatkan dana hibah air minum dan sanitasi. Pada forum ini diingatkan kembali kepada Pemda Kabupaten Wakatobi untuk memelihara dan mengelola infrastruktur yang telah terbangun.

Pencatatan hasil klarifikasi data dan informasi terkait pelaksanaan kegiatan bidang Cipta Karya dengan berbagai sumber pembiayaan di Provinsi Sulawesi Tenggara TA 2018 ini akan dimanfaatkan untuk kegiatan pemantauan pelaksanaan dan capaiannya pada forum diskusi evaluasi akhir tahun yang akan dikoordinasikan kembali oleh PPK Randal PIP dan diharapkan dapat menghasilkan data capaian Provinsi Sulawesi Tenggara bidang Cipta Karya. (eny-Randal Sulawesi Tenggara/ari)