Dalam rangka mewujudkan pembangunan infrastruktur permukiman yang lebih terpadu, efektif, efesien diperlukan sinergi antar stakeholder, oleh karena itu PPK Randal Provinsi Sulsel melibatkan berbagai instansi pemerintah, baik itu tingkat provinsi dan pemerintah daerah serta masyarakat Kabupaten Tana Toraja dalam acara Rapat Rencana Keterpaduan Infrastruktur Permukiman Kawasan Perdesaan, Rabu (07/03/2018) di Makassar.


Kasatker Randal Pusat yang diwakili oleh PPK Randal Provinsi Sulsel Suryanti Adnan mengatakan rencana program keterpaduan infrastruktur permukiman ini direncanakan dilakukan di Desa Lembang Buntu Tabang, Kecamatan Gandang Batu Silana, Kabupaten Tana Toraja dengan luas 11,18 km2, 3 dusun, 4 RW dan 6 RT yang memiliki topografi berbukit, dengan ketinggian 900 meter DPL, dengan jumlah penduduk yaitu 1.664 jiwa (2016), serta kepadatan 149 jiwa/km2.    

Saat ini kegiatan infrastruktur Keciptakaryaan yang sudah terbangun dalam Kecamatan Gandang Batu Silanan, Desa Lembang Buntu Tabang pada tahun 2015 yaitu kegiatan Sanimas, yang dibangun oleh Satker PSPLP berupa pengelolaan sampah 3R Lembang Buntu Tabang, Kecamatan Gandasil  dan penyerahan 1 motor sampah, 2 gerobak sampah, serta 1 alat sortir, yang seluruh sumber dananya berasal dari DAK.

Sementara, pemasangan 4 hidran umum dan 85 sambungan rumah dilakukan oleh Satker PSPAM tahun 2015 dengan sumber dana berasal dari Pamsimas II, selain itu untuk sambungan rumah masyarakat berpenghasilan rendah  di perdesaan berjumlah 488 sambungan rumah yang dilakukan oleh Satker PSPAM pada tahun 2017 dengan sumber dana berasal Prohamsan, untuk jalan lingkungan program  PISEW dilakukan oleh Satker PKP tahun 2017 yang sumber dananya berasal dari APBN, pembangunan sarana sanitasi seperti 5 unit tangki septik skala komunal merupakan kegiatan Sanimas yang dilakukan oleh Satker PSPLP tahun 2018 yang  sumber dananya berasal dari DAK.

 “Untuk mewujudkan program keterpaduan ini masih akan dilakukan koordinasi dengan kebupaten/kota terkait kepastian lokasi dan respon masyarakat terhadaprencana keterpaduan ini,” ujar Yanti. (Jml Randal Sulsel/ari)