Direktur Keterpaduan Infrastruktur PermukimanDwityo A.Soerantomelakukan kunjungan ke lokasi Program HibahAustralia-Indonesia Infrastructure Grants for Sanitastion(sAIIG) yang merupakan hibah bantuan Pemerintah Australia. Kunjungan dilakukan pada lokasi pembangunan IPAL kawasan dan jaringannya y

<p style="text-align: justify;">Direktur Keterpaduan Infrastruktur PermukimanDwityo A.Soerantomelakukan kunjungan ke lokasi Program Hibah<em>Australia-Indonesia Infrastructure Grants for Sanitastion</em>(sAIIG) yang merupakan hibah bantuan Pemerintah Australia. Kunjungan dilakukan pada lokasi pembangunan IPAL kawasan dan jaringannya yang terletak di permukiman Kelurahan Rappokalling,Kecamatan Tallo,Kota Makassar,Kamis(20/10/2016).</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Program Hibah sAIIG merupakan program pembangunan infrastruktur sanitasi yang dilaksanakan dengan mekanisme berbasis kinerja yang terukur (output based), dimana pemerintah daerah diminta melakukan pembangunan IPAL sampai kepada jaringan dan sambungan rumah air limbahnya menggunakan APBD terlebih dahulu. Pencairan Hibah akan dilakukan kepada Pemerintah Daerah setelah<em>output</em>layanan sarana air limbah tadi telah berfungsi dan melayani masyarakat penerima manfaatnya dengan baik, berdasarkan verifikasi yang dilaksanakan oleh DitjenCipta Karya.</p> <p style="text-align: justify;">Dwityo mengungkapkan,Makassar mendapatkan Program Hibah sAIIG sebesar Rp. 6 Miliardengan target pemasangan SR Air Limbah sebanyak 1520 SR. Sampai saat ini telah terbangun 2 unit IPAL dengan sambungan rumah terpasang sebanyak 117 rumah tangga.</p> <p style="text-align: justify;">"Pemerintah Kota Makassar perlu melakukan perbaikan terlebih dahulu terhadap sambungan rumah air limbah yang telah dilakukan kepada masyarakat penerima manfaat, dan memastikan keberfungsiannya sebelum mengajukan proses verifikasi dan pencairan hibah,"tutur Dwityo,yang didampingi oleh Kepala CPMU Hibah Air Minum dan Sanitasi, Chandra Situmorang,pada saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi IPAL terbangun dan sambungan air limbah yang melayani masyarakat setempat.</p> <p style="text-align: justify;">Sementara,Wahidin salah satu warga Kelurahan Rappokaling, mengatakandengan adanya program ini lingkungan terasa bersih, tidak ada lagi bau, nyamuk juga berkurang karena tidak adanya genangan air pada drainaseyang terapat didepan rumah.(Jml Randal Sulsel/ari)</p>