Ditjen Cipta Karya mengadakan Konsolidasi Data Ditjen Cipta Karya dalam rangka Pra Konsultasi Regional Kementerian PUPR Tahun 2018 Wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara di Banjarmasin Kalimantan Selatan, Selasa (27/02/2018).


Dalam kesempatan membuka acara tersebut, Direktur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman, Ditjen Cipta Karya Dwityo A. Soeranto menjelaskan bahwa konsolidasi ini bertujuan untuk menyiapkan rencana program Ditjen Cipta Karya tahun 2019 agar usulan kegiatan tidak terkendala dan telah siap.

"Kita ingin menghindari permasalah yang masih terdapat sampai saat ini. Dalam soal administrasi seperti kejelasan kepemilikan  tanah untuk lahan pembangunan, harapannya Pemerintah Daerah untuk soal tanah sudah memiliki sertifikat tanahnya sehingga tidak menimbulkan masalah dikemudian hari," tutur Dwityo.

Dalam aplikasi SIPPa untuk wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara pada tahun 2019 terdapat Rp 2,7 triliun usulan pendanaan APBN untuk arahan program wilayah, Rp. 6,1 triliun. Total usulan pendanaan bidang Cipta Karya dalam Memorandum Program berjumlah 1470 usulan yang akan dibahas pada konsolidasi data.

Dwityo menambahkan, usulan pada tahun 2019 akan diprioritaskan pada penyelesaian multiyears contract (MYC) dan PHLN, sesuai dengan Direktif Presiden seperti pembangunan kawasan perbatasan, pariwisata, SPAM Regional, serta Kegiatan Strategis Nasional dan program kerakyatan seperti program Pisew, pembangunan TPS 3R, Pamsimas, KOTAKU yang akan menjadi komitmen Kementerian PUPR. (Hrd & LS Kalsel/ari)