Memasuki tahap triwulan II pelaksanaan pekerjaan APBN di lingkungan Ditjen Cipta Karya Tahun 2016, Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (P2PIP) Provinsi Kalimantan Selatan mengadakan Rapat Koordinasi Bidang Cipta Karya di Ruang Rapat Cipta Karya Dinas Pekerjaan

<p style="text-align: justify;">Memasuki tahap triwulan II pelaksanaan pekerjaan APBN di lingkungan Ditjen Cipta Karya Tahun 2016, Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (P2PIP) Provinsi Kalimantan Selatan mengadakan Rapat Koordinasi Bidang Cipta Karya di Ruang Rapat Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Senin (13-6-2016).</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Kepala Satuan Kerja P2PIP Provinsi Kalimantan Selatan Patmo Suryo Wiharto mengatakan, saat ini dalam analisa perencanaan dan penganggaran yang sudah dibuat terdapat usulan kegiatan untuk tahun 2017 sebanyak 85 paket dengan rekap dana usulan sebesar Rp. 387.420.236.000 dengan kesesuaian sebanyak 64,71% dengan dokumen RPIJM/MP dari 85 usulan tahun 2017 tersebut.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam rapat yang dihadiri oleh seluruh Kepala Satker dan PPK dari Satuan Kerja APBN Bidang Cipta Karya di Provinsi Kalimantan Selatan, Patmo menjelaskandeviasi progress secara rata-rata untuk Satker APBN Cipta Karya dengan rencana keuangan adalah 4%, dan untuk capaian keuangan mencapai 28.18 % dan fisik 29.47 %. Artinya posisi Kalimantan Selatan untuk capaian di Bidang Cipta Karya aman karena tidak berada dibawah rata rata progress Ditjen Cipta Karya secara nasional yang berada di angka 18.79 untuk fisik dan 18.22 untuk keuangan, jelas Patmo.</p> <p style="text-align: justify;">Patmo menambahkan, angka progress tertinggi untuk Provinsi Kalimantan Selatan ada di Satker Air Minum yaitu 53,53% untuk keuangan dan 58,57% untuk fisik dan diharapkan kepada seluruh Satker agar dapat mengejar progress dan melakukan<em>updating</em>di e-monitoring. Selain itu untuk 3 paket yang masih dalam proses pelelangan agar dapat segera mungkin diselesaikan, jelas Patmo. (HRD KALSEL/ari)</p>