Direktorat Keterpaduan Infrastruktur Permukiman melakukan Wokshop Pemanfaatan Pengelolaan Sistem Informasi dan Jaringan di lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya yang disiarkan secara langsung melalui video conference ke seluruh unit kerja Randal di 33 Provinsi di Indonesia, Kamis (5/10/2017) yang dilaksanakan secara online melaui video converence.


Acara workshop secara online dibuka oleh  Kasubdit Pengelola Data dan Sistem Informasi Direktorat KIP, Sri Murni Edi. Dalam sambutannya Sri Murni menginformasikan, bahwa pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini sudah dilakukan secara komprehensif, dengan tujuan memanfaatkan produk-produk TIK yang dapat memberikan manfaat pembinaan Sumber Daya Manusia terhadap kemudahan teknologi. 

Saat ini Ditjen Cipta Karya sedang mencanangkan pengembangan TIK melalui pemasangan CCTV dan video converence untuk memantau proyek-proyek kegiatan strategis, salah satunya yang ada di perbatasan negara yang dilakukan secara sistematis di masing-masing provinsi di seluruh unit kerja Ditjen Cipta Karya. Sehingga kegiatan ini dapat dipantau secara langsung oleh Menteri PUPR dan Dirjen Cipta Karya di seluruh wilayah Indonesia. 

Sri Murni menambahkan, dalam penyelenggaraan TIK sudah tersedia sebanyak 55 sistem aplikasi di lingkungan Ditjen Cipta Karya yang beroperasi selama 24 jam. Untuk mengantisipasi dan mencegah serangan peretas, Sri Murni menjelaskan, telah dilakukan penanganan dengan membangun sistem pertahanan berlapis melalui firewallsehingga server Ditjen Cipta Karya dapat terlindungi. 

Saat ini sistem informasi yang sudah terbangun di Kementerian PUPR sudah masuk ke dalam warehouse dan sudah dapat dimanfaatkan di 33 provinsi di Indonesia. 

Pada kesempatan yang sama, PPK Randal Provinsi NTB Indra Rulianti, dalam mengikuti workshop ini menyampaikan, sangat banyak mendapatkan manfaat melalui pemanfaatan video conference terutama efektifitas waktu memperoleh pengetahuan dan menekan biaya perjalanan, sehingga biaya perjalanan dapat dioptimalkan dalam kegiatan lainnya terutama kegiatan pemantauan pelaksanaan kegiatan sektoral di NTB. Dan manfaat lainnya yang dirasakan adalah terjadi transfer knowledge secara maksimal, karena dapat diikuti oleh seluruh staff Randal. (randal ntb/ari)