Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Riau memfasilitasi pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Penyiapan Kegiatan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) Pengembangan SPAM Regional Durolis (Dumai, Rokan Hilir dan Bengkalis) Tahap II yang digagas oleh Direktorat Keterpaduan Infrastruktur Permukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Jumat (29/09/2017) di Ruang Audiovisual Gedung UPT PIP2B.


FGD ini diikuti oleh  Bappeda Provinsi Riau, Dinas PUPR Provinsi Riau, Bappeda Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hilir dan Bengkalis, Dinas PUPR Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hilir dan Bengkalis, Direktur PDAM Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kepala UPTD Air Bersih Kabupaten Rokan Hilir, Kepala Satker PSPAM Provinsi Riau serta PPK Randal PIP Provinsi Riau.

Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Dinas PUPR Provinsi Riau Efrizal Erwin menjelaskan bahwa FGD ini dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti surat Direktur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman dalam rangka penyiapan kegiatan PHLN pengembangan SPAM Regional Durolis. “Kegiatan pengembangan SPAM Regional Durolis Tahap II rencananya akan dibiayai melalui PHLN yaitu Bank Dunia dan AFD,” jelas Erwin.

Untuk dapat dibiayai melalui PHLN diperlukan penyusunan dokumen readiness criteria yang menjadi persyaratan usulan kegiatan untuk dapat diusulkan masuk ke dalam Daftar Rencana Prioritas Pinjaman Luar Negeri (DRPPLN – Green Book) tahun 2018. Dokumen tersebut sudah harus dikirim ke Bappenas paling lambat pada bulan Desember 2017.  Adapun readiness criteria yang harus dipenuhi adalah Kesepakatan Bersama (KSB), Perjanjian Kerjasama (PKS), lembaga pengelola, RISPAM, Studi Kelayakan (SF), DED unit air baku, DED unit produksi, AMDAL, lahan, SIPA dan dana pendamping.

 “Untuk dokumen readiness criteria sudah kami siapkan tapi memang masih ada beberapa yang harus dilengkapi.  Akhir bulan November ini semua sudah lengkap agar bisa dimasukan ke Bappenas,” jelas Erwin.

SPAM Regional Durolis direncanakan memiliki kapasitas 1500 liter/detik yang terbagi dalam 3 tahap.  Saat ini sedang berjalan konstruksi tahap I sebesar 400 liter/detik dengan harapan akan menyerap 12.000 SR untuk Kota Dumai, 8.000 SR untuk Kabupaten Rokan Hilir dan 12.000 SR untuk  Kota Duri. Tahap II sebesar 500 liter/detik dan tahap III sebesar 600 liter/detik.  Diharapkan pada tahun 2034 total sambungan rumah yang akan terbangun sebanyak 120.000 SR. 

Kepala Satker Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (PSPAM) Provinsi Riau Noftiman Nasir mengungkapkan perlunya penguatan kapasitas pada lembaga pengelolanya nanti.  “Jangan sampai yang 400  liter/detik yang sudah terbangun pada tahun 2017 ini target pelayanannya tidak dapat terpenuhi dikarenakan permasalahan pada lembaga pengelolanya,” jelas Noftiman.  (Fa-Ap/Randal-Riau/ari)