Randal Provinsi Aceh melakukan uji coba sekaligus identifikasi dokumen RPIJM yang telah di upload pada aplikasi SIPPa versi 3.0 beberapa waktu lalu di Aula Gedung PIP2B Provinsi Aceh.


Uji coba terhadap aplikasi SIPPa 3.0 tersebut dihadiri oleh Subdit Keterpaduan Pembiayaan, Satker sektoral Ditjen Cipta Karya Provinsi Aceh, operator dari Kabupaten Aceh Besar dan Simeulue. 

Kasubdit Keterpaduan Pembiayaan yang diwakili oleh Kepala Seksi Keterpaduan dan Pembiayaan I Muhammad Daniel mengungkapkan, permasalahan dalam aplikasi SIPPa versi 3.0 adalah operator yang diutus sebagian besar masih baru dan belum memahami penggunaan aplikasi, sehingga harus sering dibekali serta didampingi oleh petugas perencanaan unit kerja Randal Provinsi Aceh. Hal ini dipersulit dengan jarak tempuh yang jauh untuk dijangkau pada beberapa kabupaten/kota, sehingga koordinasi terhadap operator hanya sebatas komunikasi melalui telepon. 

"Untuk status 08 Agustus 2017, operator SIPPa yang telah terverifikasi berjumlah 22 dari 23 kabupaten/kota, tinggal operator Kabupaten Aceh Utara yang belum terdaftar secara online. Hal ini disebabkan belum adanya surat penunjukan sebagai operator SIPPa Kabupaten Aceh Utara. Untuk dokumen RPIJM dan matrik RPIJM, kabupaten/kota yang sudah mengupload ke aplikasi SIPPa versi 3.0 berjumlah 18 kabupaten/kota, sedangkan 5 kabupaten/kota belum upload dokumen RPIJM dan matrik RPIJM," tutur Daniel. 

Daniel berharap kepada Randal Provinsi Aceh agar dapat melakukan pendampingan dan memfasilitasi  kabupaten/kota. “Randal harus segera mengejar kabupten/kota yang belum melakukan upload dokumen RPIJM dan matrik RPIJM. Dampingi dan fasilitasi mereka agar semua kabupaten/kota menjadi lengkap dan sudah siap melakukan upload dokumen RPIJM dan matrik RPIJM," tegas Danial.(dotz/randalnad/ari)