Ditjen Cipta Karya terus berupaya mencari sumber pendanaan lainnya dalam mencapai target 100-0-100 tahun 2019 nanti. Menindaklanjuti pelaksanaan FGD di Padang, Balikpapan dan Makassar dalam rangka mendorong pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya melalui ProgramCorporate Social Responsibility

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/01/csr-kalbar-bsr.jpg"></a>Ditjen Cipta Karya terus berupaya mencari sumber pendanaan lainnya dalam mencapai target 100-0-100 tahun 2019 nanti. Menindaklanjuti pelaksanaan FGD di Padang, Balikpapan dan Makassar dalam rangka mendorong pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya melalui Program<em>Corporate Social Responsibility</em>(CSR), Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU menyelenggarakan Acara<em>Focus Group Discussion</em>(FGD) di Pontianak, Kamis (04/12/14). FGD ini merupakan tindak lanjut peminatan dari perusahaan yang berkomitmen untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya melalui program CSR. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Direktorat Pengembangan Air Minum, DJCK, Kasatker Randal PIP Kalimantan Barat, Satker PK-PAM Kalimantan Barat, Satker PPLP Kalimantan Barat, Satker Bangkim Kalimantan Barat, Satker PBL Kalimantan Barat, Dinas PU Kabupaten Sintang, Bappeda Kabupaten Sintang, dan CSR Manager PT. Sumber Hasil Prima dan PT. Sinar Sawit Andalan, yang merupakan anak perusahaan Goodhope Asia Holding Ltd, sebuah perusahaan perkebunan dan pengolahan minyak kelapa sawit yang memiliki perkebunan seluas 156.000 Ha di Kallimantan Barat dan Kalimantan Tengah. PT. Sumber Hasil Prima dan PT. Sinar Sawit Andalan menyatakan dukungannya untuk turut berpatisipasi dalam pembangunan infrastruktur Bidang Cipta Karya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di Kabupaten Sintang, demikian disampaikan CSR Manager PT. Sumber Hasil Prima dan PT. Sinar Sawit Andalan, Lukita Wardhani, dalam FGD tersebut. <em>Focus Group Discussion</em>(FGD) dipimpin oleh Kasubdit KLN, Ditjen Cipta Karya, Dwityo Akoro Soeranto. Dengan terbatasnya pendanaan Pemerintah baik melalui APBN atau APBD, maka diperlukan alternatif sumber pendanaan lainnya yang potensial, salah satunya dengan mendorong peran dunia usaha/swasta dalam pembangunan infrastruktur Cipta Karya melalui program CSR Perusahaan, ungkapnya. Dalam pelaksanakan<em>Focus Group Discussion</em>(FGD) tersebut, Sekretaris Dinas PU Kabupaten Sintang Zulkarnain, yang didampingi oleh Bappeda Kabupaten Sintang, menyampaikan usulan kegiatan potensial bidang Cipta Karya yang telah disusun berdasarkan Dokumen RPI2JM Kabupaten bidang PU Cipta Karya. Usulan kegiatan tersebut disambut baik oleh PT. Sumber Hasil Prima dan PT. Sinar Sawit Andalan dan perusahaan menyatakan siap untuk mendukung kegiatan tersebut melalui program CSR-nya, khususnya untuk kegiatan yang berada di wilayah operasionalnya di Kecamatan Ambalau dan Kecamatan Serawai. Ditjen Cipta Karya mengharapkan agar usulan kegiatan bidang Cipta Karya tersebut dapat segera dituangkan dan disepakati dalam perjanjian kerjasama yang akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan berikutnya, jelas Dwityo. Berdasarkan hasil dalam Forum ini, terdapat beberapa butir penting kesepakatan bersama antara Perusahaan Pemberi CSR dengan Pemerintah daerah, yaitu kerjasama dan sinergitas<a name="_GoBack"></a>dalam membangun beberapa kegiatan seperti rehabilitasi dan pembangunan SPAM perdesaan, MCK (mandi cuci kakus), serta Jalan dan jembatan Desa.(Marsel/Randal Kalbar)