Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Ditjen Cipta Karya telah sukses mendukung perhelatan Hari Nusantara 2014 di Pantai Siring Laut Kabupaten Kota Baru Kalimantan Selatan, Senin (15/12). Dukungan tersebut berupa Penataan Kawasan Pantai Siring Laut yang dengan mentereng menjadi tem

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/01/berita20141217041922-1.jpg"></a>Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Ditjen Cipta Karya telah sukses mendukung perhelatan Hari Nusantara 2014 di Pantai Siring Laut Kabupaten Kota Baru Kalimantan Selatan, Senin (15/12). Dukungan tersebut berupa Penataan Kawasan Pantai Siring Laut yang dengan mentereng menjadi tempat berlangsungnya event tahunan tersebut. Presiden Joko Widodo hari itu ditemani Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta beberapa anggota Kabinet Kerja seperti Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti dan Menko Kemaritiman, Menkopolhukkam, Menteri Dalam Negeri, Menristek dan Dikti, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, dan Seskab Andi Widjajanto. Mereka bertandang ke kawasan pantai Siring Laut yang sudah ditata dengan cantik pada puncak perayaan hari Nusantara 2014 yang bertemakan Membangun Nusantara Dengan Inovasi Maritim Anak Bangsa. Hari Nusantara dianggap sebagai dideklarasikannya Poros Maritim Indonesia kepada dunia sebagai tonggak perubahan matra darat menjadi matra laut 20152019. Penataan kawasan pantai siring laut dibiayai APBN TA 2014 sebesar Rp2,5 miliar. Dukungan infrastruktur bidang Cipta Karya lainnya yaitu pembangunan sistem drainase primer melalui normalisasi saluran 625 meter dan perbaikan trotoar di sepanjang jalan Agus Salim Kecamatan Pantai Laut Utara. Pada pelaksanaan puncak peringatan Hari Nusantara 2014, Ditjen Cipta Karya juga mengerahkan toilet mobile, mobil tangki, dan bekerjasama dengan dinas setempat menyediakan gerobak dan bin sampah yang tersebar di setiap sudut. Selain pada puncak acara, untuk mendukung Kabupaten Kota Baru sebagai KAPET Batulicin, Ditjen Cipta Karya juga membangun fasilitas MCK komunal dengan program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) di Desa Semayap dan desa nelayan Sarang Tiung. Sementara untuk memberikan akses aman air minum, Ditjen Cipta Karya bersama Pemkab membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Gunung Relly, SPAM Gunung Ulin, SPAM Gunung Sari, SPAM Gunung Pemandangan, dan SPAM Gunung Tirawan. Kapasitas terpasang lima SPAM tersebut sebesar 180 liter/detik dan baru diproduksi 75 liter/detik. "Saat ini kawasan Pantai Laut baru terlayani sekitar 9.000 Sambungan Rumah (SR). Masalahnya pada air baku yang pada musim kemarau debitnya menurun drastis sehingga perlu disuply dengan 7 mobil tangki air yang diambil dari sumber air baku untuk melayani kawasan pantai laut," kata Kadis Cipta Karya Permukiman dan Perumahan Kota Baru, Zuhairil Anwar. Sementara Direktur Bina Program Ditjen Cipta Karya, Antonius Budiono, usai menghadiri peringatan Hari Nusantara 2014 mengungkapkan, Kota Baru tergolong Kawasan Strategis dalam kebijakan pemrograman Ditjen Cipta Karya. Dukungan infrastruktur akan terus meningkat jika dibantu dengan komitmen Pemda. "Dengan event Hari Nusantara ini menunjukkan Kota Baru sebagai salah satu poros kemaritiman Indonesia. Kita akan dorong pembangunan bidang permukiman, Kota Baru harus membuktikan pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) untuk selanjutnya kita bantu dengan program-program terpadu di sektor air minum, Sanitasi, dan penuntasan kawasan kumuhnya," ujarnya. Dalam pidatonya Jokowi menegaskan akan menyiapkan infrastruktur untuk kelautan dan membuat konektivitas antar pulau, serta menyiapkan lebih banyak lagi kapal pengawas dan sistem monitoring untuk kemaritiman. (bcr/hardian_randal Kalsel)