Direktorat Jenderal Cipta Karya menetapkan target yang ambisius untuk capaian pembangunan hingga tahun 2019. Istilah ini dikenal dengan 100-0-100. Sampai dengan tahun 2019 capaian akses air minum dan sanitasi diharapkan dapat mencapai 100% dan tingkat kekumuhan dapat diturunkan hingga 0%. Untuk men

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/01/crs-kalsel-bsr.jpg"></a>Direktorat Jenderal Cipta Karya menetapkan target yang ambisius untuk capaian pembangunan hingga tahun 2019. Istilah ini dikenal dengan 100-0-100. Sampai dengan tahun 2019 capaian akses air minum dan sanitasi diharapkan dapat mencapai 100% dan tingkat kekumuhan dapat diturunkan hingga 0%. Untuk mencapai target tersebut, total dana yang dibutuhkan diperkirakan sebesar Rp. 834 triliun, sementara kemampuan pendanaan APBN diperkirakan hanya 10 persen dari total dana yang dibutuhkan, sehingga diperlukan alternatif pendanaan lain dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, salah satunya melalui program kemitraan Corporate Social Responsibility (CSR). Demikian diungkapkan Evry Biaktama Meliala, Kepala Seksi Bilateral, Subdit Kerjasama Luar Negeri, Ditjen Cipta Karya pada acara Rapat Koordinasi Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Program CSR PT. Adaro Indonesia, Rabu (17/12/2014). Pertemuan ini dilaksanakan sebagai bagian dari perjanjian kerjasama antara PT. Adaro Indonesia, Ditjen Cipta Karya dan Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kabupaten Balangan, dan Kabupaten Hulu Sungai Utara yang telah ditandatangani pada tahun 2012 yang lalu. <div id="beritanya"> Pertemuan tersebut dihadiri oleh Eddi Harianto, Kepala Dinas PU Kabupaten Balangan, CSR Officer PT.Adaro Indonesia, Direktur PDAM Kabupaten HSU, perwakilan Satker PKPAM Provinsi Kalsel, Satket Randal Provinsi Kalsel, serta perwakilan dari Satker PPLP Kalsel. "Kami mengucapkan terimakasih atas fasilitasi Kementerian PU dan Perumahan Rakyat sehingga dapat terjalin kerjasama pembangunan infrastruktur melalui CSR PT. Adaro Indonesia, harapan kami peran Adaro dapat lebih ditingkatkan lagi, khususnya dalam pembangunan infrastruktur Bidang Cipta Karya karena kebutuhan masyarakat akan infrastruktur tersebut masih sangat tinggi di 3 kabupaten tersebut," tutur Eddi. &nbsp; Dalam kesempatan tersebut, Fajriannur, CSR Officer PT. Adaro Indonesia berkesempatan menyerahkan penghargaan tertinggi level platinum kepada Direktur PDAM Balangan atas program kerjasamanya dalam peningkatan akses air minum melalui pembangunan Sambungan Rumah (SR). Penghargaan ini diraih PT. Adaro Indonesia atas partisipasinya dalam Indonesia CSR Award yang diadakan oleh CFCD bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi kebanggaan bersama dan dapat lebih memotivasi PT. Adaro Indonesia untuk dapat lebih meningkatkan perannya melalui program CSR, ujar Fajriannur. &nbsp; Setelah melakukan Rapat Koordinasi, dilakukan kunjungan lapangan ke lokasi Infrastruktur permukiman di 3 Kabupaten tersebut yang dibiayai melalui CSR PT Adaro Indonesia. Infrastruktur yang dikunjungi meliputi pembangunan sarana Biogas di TPA Batu Merah di Kecamatan Lampihong, Kab. Balangan; Pembangunan Pasar Modern Adaro di Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan; pembangunan SR air minum Kecamatan Juai, Kab. Balangan; Pembangunan percontohan RTH di Kota Bataman, Kabupaten Tanjung; dan pembangunan IPA Jarang Kuantan dengan kapasitas 25 liter/detik di Desa Jaranga, Kota Amuntai Kab. HSU. &nbsp; Melly (45), Salah satu warga Kecamatan Paringin yang mendapatkan manfaat dalam pembangunan Pasar Modern Adaro ketika ditemui pada saat kunjungan lapangan tersebut menyampaikan terima kasihnya karena pembangunan pasar modern dapat memberikan peluang usaha kepadanya. "Sebelumnya saya tidak pernah jualan karena keterbatasan modal usaha, namun sekarang dengan mendapatkan kios secara gratis melalui program CSR ini, saya bisa membuka usaha," kata Melly. (dian/Hardian-Randal Kalsel) &nbsp; &nbsp; </div>