Pemerintah Kota Palembang telah menyiapkan kelembagaan pengelola Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Terpusat (Sewerage) yang akan dibangun melalui hibah Pemerintah Australia. Hal itu disampaikan pada Rapat Pokja Tim Teknis Penyiapan Pembangunan IPAL Terpusat Kota Palembang bantuan Pemerintah Aus

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/02/ipal1.jpg"></a>Pemerintah Kota Palembang telah menyiapkan kelembagaan pengelola Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Terpusat (Sewerage) yang akan dibangun melalui hibah Pemerintah Australia. Hal itu disampaikan pada Rapat Pokja Tim Teknis Penyiapan Pembangunan IPAL Terpusat Kota Palembang bantuan Pemerintah Australia. Mengacu pada Peraturan Walikota Palembang No.60 Tahun 2014, Institusi yang akan bertanggungjawab untuk pelaksanaan Pembangunan IPAL Kota Palembang adalah UPTD Air Limbah dibawah koordinasi Kepala Dinas Cipta Karya dan Perumahan Kota Palembang. Pengelolaan selanjutnya akan dilaksanakan oleh PDAM Kota Palembang setelah dilakukan revisi terhadap Perda Pendiriannya. UPTD Air Limbah akan merupakan embrio-nya, demikian ungkap Kepala BAPPEDA, M. Safri HN Selain itu, pada pertemuan dimaksud juga dilakukan pembahasan terhadap area pilot pelayanan air limbah yang akan masuk dalam lingkup pembiayaan melalui hibah Pemerintah Australia. Area pelayanan ini agar ditentukan mengacu pada hasil analisis dalam DED dan perhitungan estimasi biaya yang sedang disiapkan oleh Konsultan IndII Facility. Pemerintah Kota Palembang juga harus berkontribusi dalam sebagian komponen pembangunannya, demikian disampaikan Dwityo A Soeranto, Kasubdit Kerjasama Luar Negeri Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dwityo juga menambahkan bahwa aspek kelembagaan pengelola sewerage tidak cukup hanya dengan membentuk organisasinya. Ada hal-hal lain yang perlu mendapat dukungan, seperti program peningkatan kualitas personil UPTD agar sesuai dengan bidang keahliannya, menyiapkan program sosialisasi pada daerah yang nanti akan dilayani sistem sewerage, hingga menyiapkan tata kelola pengelolaan dan uraian tugas personil UPTD hingga proses legalisasinya. Ditjen Cipta Karya saat ini memiliki dua Balai Pelatihan Air Minum dan Sanitasi di Bekasi dan Surabaya yang dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota Palembang untuk mengirimkan personilnya untuk mengikuti training dalam upaya meingkatkan kapasitas. Silakan menyurati Sekretaris Ditjen Cipta Karya untuk mengusulkan nama-nama dan training tingkat apa yang diperlukan. Balai Pelatihan kami memiliki beberapa jenis pelatihan Bidang Air Limbah, mulai dari tingkat operator hingga tingkat manager, baik perencana maupun pelaksana, demikian tambah Dwityo. Rapat Pokja Penyiapan Pembangunan IPAL Terpusat Kota Palembang ini dilaksanakan di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kota Palembang, Rabu (28/1/2015), dipimpin oleh Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian, Handayani dan dihadiri oleh beberapa anggota Pokja, diantaranya, Kasubdit Kerjasama Luar Negeri, Dwityo A Soeranto, Kepala CPMU Hibah Air Minum dan Sanitasi, Chandra R.P Situmorang, perwakilan DFAT Australia, Sue Ellen dan Jim Coucouvinis dari IndII Facility. (DAS/Randal Sumsel)