Dalam rangka memenuhi target capaian pembangunan sektor sanitasi hingga 100% sampai tahun 2019, dibutuhkan pendanaan sekitar Rp. 254 Triliun. Mengingat ketersediaan dana APBN untuk 5 tahun mendatang sangat terbatas, perlu adanya alternatif sumber pendanaan lainnya, antara lain melalui pemanfaata

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/02/sosialisasi-KLN-kfw-bsr-edit.jpg"></a> Dalam rangka memenuhi target capaian pembangunan sektor sanitasi hingga 100% sampai tahun 2019, dibutuhkan pendanaan sekitar Rp. 254 Triliun. Mengingat ketersediaan dana APBN untuk 5 tahun mendatang sangat terbatas, perlu adanya alternatif sumber pendanaan lainnya, antara lain melalui pemanfaatan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN). Salah satu kerjasama melalui pendanaan luar negeri yang telah dilakukan oleh Ditjen Cipta Karya adalah kerjasama dalam bidang persampahan dengan <i>Kreditanstalt fr Wiederaufbau </i>(KfW) Jerman berupa pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan fasilitas pendukungnya di 5 kabupaten/kota (Kota Jambi, Kota Malang, Kabupaten Jombang, Kabupaten Sidoarjo dan Regional Pekalongan). <p style="text-align: justify;">Menindaklanjuti kerjasama dengan KfW tersebut, pada tahun 2015 ini KfW telah menyatakan komitmennya untuk memberikan bantuan hibah <i>capacity building </i>berupa <i>overseas training</i> dan <i>Fact Finding Mission</i>. Kegiatan <i>Overseas Training</i> dan <i>Fact Finding Mission</i> ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut pertemuan antara Direktur Jenderal Cipta Karya dan Direktur Regional KfW pada tanggal 25 Maret 2014 yang lalu kata Antonius Budiono, Plt. Direktur Bina Program dalam sambutannya pada acara Sosialisasi dan Peminatan Rencana Kegiatan <i>Overseas Training and Fact Finding Mission on Advanced Solid Waste Management Technologies in The Context of Sustainable Human Settlement Development</i> yang berlangsung di Ruang Sapta Taruna Kementerian PUPR, Rabu (25/02/2015).</p> <p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Antonius menjelaskan bahwa melalui pelaksanaan kegiatan <i>Overseas Training</i> ini kabupaten/kota diharapkan mendapatkan tambahan pengetahuan terkait teknologi pengelolaan sampah yang diterapkan di negara maju serta untuk melihat potensi penerapan teknologi pengelolaan sampah tersebut di Indonesia disesuaikan dengan karakteristik dan kondisi yang ada dalam rangka pembangunan permukiman yang berkelanjutan (<i>Sustainable Human Settlement</i>).</p> <p style="text-align: justify;">Setelah pelaksanaan kegiatan <i>Overseas Training</i>, akan dilakukan <i>Fact Finding Mission</i> di masing-masing kabupaten/kota terpilih untuk melihat lebih dalam terkait isu-isu pengelolaan persampahan yang ada pada kabupaten/kota tersebut serta untuk memberikan alternatif solusi dalam rangka pengelolaan sampah yang sesuai untuk diterapkan di masing-masing kabupaten/kota.</p> <p style="text-align: justify;">Dwityo Akoro Soeranto, Kasubdit Kerjasama Luar Negeri pada acara tersebut memberikan penjelasan terkait rencana kegiatan <i>Overseas Training</i> dan <i>Fact Finding Mission</i> tersebut menyatakan bahwa kabupaten/kota yang diundang dalam Sosialisasi dan Peminatan ini telah diseleksi melalui beberapa kriteria antara lain: merupakan kabupaten/kota yang masuk dalam Kawasan Strategis Nasional (KSN) Klaster A dan B, populasi penduduk lebih dari 1 juta jiwa, ikut serta dalam Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Perkotaan (PPSP), serta adanya komitmen yang kuat dari Pemda dalam bidang sanitasi, yang dinilai melalui Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah (PKPD) Bidang PU tahun 2013 dan 2014. Kabupaten/Kota yang memenuhi kriteria tersebut adalah: Kota Palembang, Kab. Bogor, Kab. Lombok Timur, Kab. Gresik, Kab. Magelang, Kab. Malang dan Kab. Klaten.</p> <p style="text-align: justify;">Kabupaten/kota yang terpilih nantinya direncanakan akan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kapasitasnya terkait pengelolaan sampah di kota yang ada di Jerman dan China. Sebagai tindak lanjut dari Sosialisasi dan Peminatan ini, Ditjen Cipta Karya akan melakukan pembahasan dengan KfW dalam rangka penetapan kabupaten/kota yang akan menjadi peserta Overseas Training dan Fact Finding Mission nantinya.(ari/Evry M)</p> <p style="text-align: justify;"></p>