Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Infrastruktur Permukiman Provinsi Maluku mengadakan Workshop Sinkronisasi Program 2016, di Ambon 23-24 April 2015. Sinkronisasi program terkait proses penganggaran dengan menyusun Memorandum Program yang bersumber dari long list usulan Rencana

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/05/maluku-bsr.jpg"></a> <p style="text-align: justify;">Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Infrastruktur Permukiman Provinsi Maluku mengadakan Workshop Sinkronisasi Program 2016, di Ambon 23-24 April 2015. Sinkronisasi program terkait proses penganggaran dengan menyusun Memorandum Program yang bersumber dari long list usulan Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) kabupaten/kota bidang Cipta Karya sampai dengan penyusunan RKAKL.</p> <p style="text-align: justify;">Workshop dibuka oleh Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku, Matheos Sapthu, dan menghadirkan narasumber diantaranya Bernardi Heryawan sebagai Kasi Rencana Jangka Menengah Subdit Kebijakan dan Strategi Direktorat Bina Program Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.</p> <p style="text-align: justify;">Acara dihadiri oleh perwakilan Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, Badan Dampak Lingkungan Hidup, para kepala Satker dan PPK di lingkungan Ditjen Cipta Karya Provinsi Maluku, dan para peserta dari 11 kabupaten/kota se-Maluku.</p> <p style="text-align: justify;">Matheos menerangkan proses sinkronisasi program secara efektif dapat dimulai pada Pra Konsultasi Regional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (pra-konreg). Pembangunan bidang Cipta Karya memerlukan panduan yang jelas antara rencana Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi serta Pemerintah Kabupaten/Kota agar dapat tercapai pembangunan infrastruktur yang terpadu, efektif, dan efisien.</p> <p style="text-align: justify;">Dengan adanya masukan dari SKPD terkait di kabupaten/kota, pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya akan lebih tepat sasaran dan sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah, ujar Matheos. (ramasita/randal Maluku/bcr)</p>