Satuan Kerja Pengembangan Air Minum dan Sanitasi Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi dalam rangka mendorong percepatan pelaksanaan kegiatan TA 2015 bidang Air Minum dan Sanitasi di Provinsi Jawa Timur, di Surabaya, Kamis (30/04/2015). Koordinasi dan sinkronisasi

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/05/jatim-rapat-sosialisasi-bsr.jpg"></a> <p style="text-align: justify;">Satuan Kerja Pengembangan Air Minum dan Sanitasi Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi dalam rangka mendorong percepatan pelaksanaan kegiatan TA 2015 bidang Air Minum dan Sanitasi di Provinsi Jawa Timur, di Surabaya, Kamis (30/04/2015).</p> <p style="text-align: justify;">Koordinasi dan sinkronisasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan kegiatan, peningkatan peran kabupaten/kota dan PDAM serta menyatukan pandangan agar pelaksanaan kegiatan tahun 2015 dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan target output dan outcome.</p> <p style="text-align: justify;">Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi diikuti oleh berbagai instansi yang membidangi pengembangaan air minum, persampahan dan limbah seperti Bappeda, PDAM, Dinas PU Cipta Karya dari 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam sambutannya, Kasatker Pengembangan Air Minum dan Sanitasi Provinsi Jawa Timur Zainal Arifin mengajak agar Pemerintah Kabupaten/Kota dapat mendukung dan meningkatkan koordinasi agar pelaksanaan kegiatan di lapangan dapat berjalan dengan lancar serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat mengingat waktu yang tersedia di TA 2015 ini cukup terbatas.</p> <p style="text-align: justify;">Pada tahun 2015 ini, anggaran APBN untuk bidang Air minum dan Sanitasi cukup besar berkisar Rp. 400 miliar lebih, oleh sebab itu untuk melaksanakan kegiatannya tentu perlu dukungan semua pihak agar pembangunan yang dilakukan dapat bermanfaat, berkualitas dan berkelanjutan sehingga mampu memberikan kontribusi pada pencapaian target RPJMN yaitu 100% pelayanan air minum layak dan 100% sanitasi layak, kata Zainal.</p> <p style="text-align: justify;">Pada tahun 2015 ini, pengembangan air minum fokus pada SPAM terfasilitasi, SPAM pada kawasan MBR, dan SPAM pada kawasan khusus sedangkan bidang sanitasi fokus pada kegiatan peningkatan TPA, TPST 3R, Sanimas, IPAL serta penyiapan DED. Semakin masifnya pembangunan bidang ke-Cipta Karya-an ini tentu untuk menjamin peningkatan yang signifikan agar target RPJMN 2019 dapat tercapai.</p> <p style="text-align: justify;">Kedepannya, untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan fisik, ada hal lain yang sangat penting untuk di penuhi yaitu kegiatan lahan dan DED. Selain itu orientasi pelayanan pada skala regional dengan penyelenggaran air minum regional maupun TPA skala regional akan terus dikembangkan. Oleh sebab itu, dengan media rapat ini dengan adanya desk diharapkan berbagai masukan kebutuhan program serta kesiapan kabupaten/kota terutama <i>readiness creiteria</i> dapat terukur sehingga setelah anggaran tersedia maka dapat segera dilaksanakan, tutup Zainal. (ekofebrianto/Randal Jatim/ari)</p>