Direktorat Pengembangan Permukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengadakan Konsolidasi Nasional Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Pembinaan Kawasan Permukiman Perdesaan (PPIP) Wilayah Timur Tahun Anggaran 2015, di Solo, Kamis (07/05/2015). Acara diikuti s

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/05/ppip-bsr.jpg"></a> <p style="text-align: justify;">Direktorat Pengembangan Permukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengadakan Konsolidasi Nasional Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Pembinaan Kawasan Permukiman Perdesaan (PPIP) Wilayah Timur Tahun Anggaran 2015, di Solo, Kamis (07/05/2015).</p> <p style="text-align: justify;">Acara diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri dari para pejabat eselon III dan IV Direktorat Pengembangan Permukiman, PPK Pembinaan Teknis Satker PKP-PB Provinsi Wilayah Timur, Kaur PPIP Satker PKP-PB Provinsi Wilayah Timur, PPK PPIP 2014 Satker PKP, PPK PPIP Satker PIP Kabupaten, Jajaran Satuan Kerja Pembinaan Kawasan Permukiman Berbasis Masyarakat dan Tim BPKP Pusat.</p> <p style="text-align: justify;">Acara dibuka oleh Direktur Pengembangan Permukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR yang diwakili oleh Kasubdit Pengaturan dan Pembinaan Kelembagaan Direktorat Pengembangan Permukiman Rina Farida. Sebelumnya Ronto Dumadi selaku Kepala Bidang Tata Bangunan dan Lingkungan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah menyampaikan sambutan selamat datang kepada seluruh peserta Konsolidasi Nasional PPIP ini.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam sambutannya Rina Farida menyampaikan tiga kebijakan penanganan permukiman perdesaan Ditjen Cipta Karya periode 2015-2019 yaitu konsep pelaksanaan dalam lingkup penyelenggaraan kawasan permukiman pada lingkungan hunian perdesaan, menjadikan penyelenggaraan kawasan permukiman perdesaan memiliki kemampuan mendukung terwujudnya kawasan permukiman perdesaan yang potensial sesuai dengan rencana tata ruang, pengembangan komoditas unggulan, berkelanjutan dan melakukan pemberdayaan masyarakat perdesaan yang berbasis komunitas.</p> <p style="text-align: justify;">Sasaran pembangunan desa dan kawasan perdesaan adalah mengurangi jumlah desa tertinggal sampai 5.000 desa dan meningkatkan jumlah desa mandiri sedikitnya 2.000 desa. Selain itu akan meningkatkan kualitas kawasan permukiman di 78.384 Ha daerah perdesaan, Rina.</p> <p style="text-align: justify;">Acara dilanjutkan dengan paparan dari Kabag Kepegawaian Setditjen Cipta Karya Retno Triyanti mengenai perubahan organisasi struktural dan Satuan Kerja Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR. Penjelasan mengenai kewajiban pelaporan pelaksanaan kegiatan PPIP TA. 2015 melalui e-Monitoring juga dijelaskan lebih lanjut oleh Kasubdit Data dan Informasi, Dit. Bina Program Sri Murni Edi.</p> <p style="text-align: justify;">Rina menambahkan, pelaporan hendaknya dilaksanakan secara rutin, berisikan kondisi aktual di lapangan dan dapat dipertanggungjawabkan. Seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan pada akhirnya tidak akan berarti apa-apa tanpa dokumentasi dan pelaporan yang baik. Hendaknya pelaporan ini tidak kita lupakan karena terlalu fokus pada penyerapan dan pelaksanaan fisik, ujar Rina.</p> <p style="text-align: justify;">Rina berharap untuk kegiatan PPIP tahun ini dapat berjalan lebih baik dan kinerja dapat dipertahankan serta lebih ditingkatkan. (randaljateng/tata/ari)</p> &nbsp;