Water, Sanitation and Cities (WSC) Forum and Exhibition 2015 merupakan kegiatan internasional terbesar di Indonesia yang menjadi wadah pertemuan, pemikiran dan inovasi baru dalam pengembangan sektor air, sanitasi dan permukiman perkotaan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mela

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/05/fgd-bsr.jpg"></a> <p style="text-align: justify;"><i>Water, Sanitation and Cities</i> (WSC) <i>Forum and Exhibition</i> 2015 merupakan kegiatan internasional terbesar di Indonesia yang menjadi wadah pertemuan, pemikiran dan inovasi baru dalam pengembangan sektor air, sanitasi dan permukiman perkotaan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya menyelenggarakan Forum WSC tersebut dengan memiliki beberapa tujuan, diantaranya menginformasikan kondisi penyediaan air, sanitasi dan permukiman perkotaan di Indonesia, menginformasikan program 100-0-100 dalam rangka pembangunan di bidang air minum, sanitasi dan permukiman perkotaan, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap permasalahan air, sanitasi dan permukiman perkotaan dan memperkenalkan <i>WSC Forum and Exhibition 2015</i> kepada masyarakat umum melalui media massa yang dapat menjakau semua segmen masyarakat.</p> <p style="text-align: justify;">Hal tersebut diungkapkan Direktur Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karya M. Natsir mewakili Dirjen Cipta Karya dalam <i>Focus Group Discussion</i> (FGD) di hadapan beberapa wartawan media cetak di Jakarta, Selasa (19/05/2015).</p> <p style="text-align: justify;">Pertama kali dilaksanakan tahun ini, <i>WCS Forum and Exhibition </i>2015 menjadi acara puncak dari rangkain kegiatan persiapan yang telah dilaksanakan pada tahun 2014, termasuk <i>Stakeholders Forum of Indonesia Internasional Water Week</i> (SF-IWW) yang dilaksanakan pada Mei 2014 di Surabaya, <i>Indonesia Water Learning Week</i> (IWLW) yang dilaksanakan pada November 2014 di Jakarta, <i>Stakeholders Forum Habitat</i> yang dilaksanakan pada Oktober 2014 serta <i>Youth Program on Habitat</i> yang dilaksanakan pada Oktober 2014 di Jakarta.</p> <p style="text-align: justify;">"Ini merupakan rangkaian dari kegiatan tahun 2014, sebagai wujud kepedulian Ditjen Cipta Karya terhadap air, sanitasi dan permukiman perkotaan untuk semua lapisan masyarakat. Peran media sangat penting dalam penyebaran informasi guna meningkatkan partisipasi dan kesadaran Pemerintah Pusat, swasta, Stakeholder serta masyarakat dalam mewujudkan <i>Sustainable Development Goals</i>(SDGs) menjadi masukan strategis di Indonesia," kata Natsir.</p> <p style="text-align: justify;">Selain itu, Kasubdit Pengembangan Permukiman Baru Joerni Makmoerniati menjelaskan, upaya penanganan kawasan kumuh perkotaan masih menyisakan 12 % atau seluas 38.431 Ha dengan rata-rata pengurangan luasan kawasan kumuh sebesar 2 % per tahun.</p> <p style="text-align: justify;">"Indonesia saat ini menghadapi tahap baru pembangunan perkotaan sebagaimana tertuang dalam Perpers 2 tahun 2015 tentang RPJMN 2015-2019 yang menyebutkan bahwa pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya ditujukan untuk mewujudkan peningkatan akses penduduk terhadap lingkungan permukiman yang berkualitas yang salah satunya dengan mewujudkan kota tanpa permukiman kumuh di Indonesia pada tahun 2019 ," tutur Joerni.</p> <p style="text-align: justify;">Sementara Kasubdit Drainase Direktorat PPLP Dodi Krispatmadi mengungkapkan untuk sanitasi layak, kita mampu menyediakan akses akses bagi 60,91 % dari total penduduk Indonesia pada tahun 2013. Sedangkan target MDGs Indonesia untuk sektor sanitasi adalah 62,41 % pada tahun 2015. Masih terdapat kesenjangan sekitar 1,50 % yang masih harus dipenuhi hingga tahun 2015. Menurut laporan BPS kuartal 1 tahun 2014 akses terhadap sanitasi dasar telah mencapai 61,04 %, tutur Dodi.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam acara ini Direktur Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karya turut didampingi oleh Kasubdit Data dan Informasi Sri Murni Edi K, dan dari media dihadiri oleh wartawan Bisnis Indonesia, Kompas.com, Kompas, Investor Daily, Bisiness News, Koran Jakarta dan Media Rekontruksi.(ari)</p> <p align="left"></p>