Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya mengadakan kegiatan Training of Trainers (TOT) Konsultan Individual Satker Perencanaan dan Pengendalian Randal PIP Provinsi tahun 2015 untuk wilayah timur di Mataram, Rabu (20 22/05/2015). Kegiatan d

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/05/TOT-NTB-Bsr.jpg"></a> <p style="text-align: justify;">Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya mengadakan kegiatan Training of Trainers (TOT) Konsultan Individual Satker Perencanaan dan Pengendalian Randal PIP Provinsi tahun 2015 untuk wilayah timur di Mataram, Rabu (20 22/05/2015).</p> <p style="text-align: justify;">Kegiatan dihadiri oleh Kasubdit di lingkungan Ditjen Cipta Karya, Kabag di lingkungan Setditjen Cipta Karya, Kasatker dan PPK Randal PIP Provinsi wilayah timur, para Asisten Perencanaan dan Pelaporan, Konsultan Individual dan reporter Satker Randal PIP Provinsi.</p> <p style="text-align: justify;">Plt. Direktur Bina Program Antonius Budiono menyampaikan pembangunan infrastruktur permukiman memiliki visi permukiman layak huni dan berkelanjutan. Secara khusus, pada tahun 2015-2019 sesuai dengan amanat RPJMN III ditetapkan yaitu 100% akses air minum, 0% kawasan kumuh, dan 100% akses sanitasi serta meningkatnya tertib penyelenggaraan bangunan gedung dan penataan lingkungan.</p> <p style="text-align: justify;">Antonius menekankan dalam mencapai upaya amanat RPJMN III tersebut, Ditjen Cipta Karya membentuk SNVT yang salah satunya adalah Satker Perencanaan dan Pengendalian PIP Provinsi. Sebagai kepanjangan tangan dari Ditjen Cipta Karya, Satker Randal PIP Provinsi memiliki ruang lingkup tugas terdiri atas aspek perencanaan, pemrograman dan penganggaran, pemantauan, dan evaluasi kinerja yang dilaksanakan sebagai satu rangkaian yang utuh. Oleh karena itu, keberadaan Satker Randal PIP Provinsi berfungsi sebagai koordinator<b> </b>untuk membina, memfasilitasi, dan mengawal capaian <i>outcome</i> pembangunan infrastruktur permukiman.</p> <p style="text-align: justify;">"Adanya rencana perubahan nama Direktorat Bina Program menjadi Direktorat Keterpaduan Infrastruktur Permukiman berdampak pada penyesuaian lingkup tugas, <i>output</i> yang dilaksanakan oleh Kasatker/PPK dan Konsultan Individual. Selain itu, juga menghadapi tantangan diantaranya membangun kesamaan pandangan <i>stakeholder</i> di daerah untuk mencapai bersama target 100-0-100, aktif menggali alternatif pendanaan agar tidak bertumpu pada APBN, menyediakan data kinerja serta meningkatkan <i>outcome</i> pembangunan infrastruktur permukiman, patuh, akurat, dan lengkap untuk melaporkan kemajuan pelaksanaan pekerjaan melalui e-monitoring reguler dan e-monitoring DAK, meningkatkan informasi dan publikasi hasil-hasil pembangunan Cipta Karya dan meningkatkan fungsi Randal PIP Provinsi sebagai unit akuntasi wilayah," ujar Antonius.</p> <p style="text-align: justify;">Antonius berharap melalui acara TOT ini, Konsultan Individual mendapatkan bekal pengetahuan yang baik dari para narasumber berupa kebijakan program infrastruktur permukiman, modul-modul, dan informasi penting lainnya untuk menambah wawasan dan mempermudah fasilitasi kepada kabupaten/kota. "Ayo kita dorong peran PPK Perencanaan dan PPK Pengendalian Satker Randal PIP Provinsi dalam meningkatkan pengawasan untuk terlaksananya tugas-tugas Konsultan Individual pada tahun 2015 ini serta memperkuat koordinasi dengan Satker Sektor lainnya di provinsi," tutup Antonius. (Randalntb/ari)</p> <p style="text-align: justify;"></p> &nbsp; &nbsp;