Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian (Randal) PIP Pusat melakukan penyerahan Memorandum Of Understanding (MOU) dan kunjungan ke Universitas Nusa Tenggara Barat (UNTB), Kamis (22/05/ 2015). UNTB merupakan salah satu yang ikut berperan dalam program KKN Tematik. Kasatker Randal PIP Pus

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/05/ntb-mou-bsr.jpg"></a> <p style="text-align: justify;">Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian (Randal) PIP Pusat melakukan penyerahan Memorandum Of Understanding (MOU) dan kunjungan ke Universitas Nusa Tenggara Barat (UNTB), Kamis (22/05/ 2015). UNTB merupakan salah satu yang ikut berperan dalam program KKN Tematik.</p> <p style="text-align: justify;">Kasatker Randal PIP Pusat Yoyok Setio Utomo disambut langsung oleh Rektor UNTB Mashur, MS. Mahasiswa UNTB yang telah mengikuti KKN Tematik berjumlah 85 orang, dengan lokasi KKN di Desa Aik Berik Kec. Batu Keliang Utara Kab. Lombok Tengah, yang tersebar menjadi 4 kelompok di 4 dusun.</p> <p style="text-align: justify;">Yoyok mengungkapkan, dengan kerjasama ini diharapkan kedepannya kedua belah pihak dapat memberikan pembekalan yang memadai kepada mahasiswa atau mahasiswi yang akan melaksanakan program KKN Tematik.</p> <p style="text-align: justify;">Yoyok menjelaskan, pembekalan yang akan diterapkan meliputi tiga sektor yang perlu disentuh diantaranya, dari segi air minum dengan pengembangan ditingkat desa, segi jalan yang masih perlu peningkatan kualitas dan terakhir dari segi sanitasi yang masih belum sama sekali memiliki akses terhadap prasarana air limbah, MCK dan IPAL Komunal.</p> <p style="text-align: justify;">"Peningkatan pemanfaatan ini perlu dilakukan oleh desa-desa yang ada di NTB melalui UNTB untuk mengajukan proposal pada Direktorat Jenderal Cipta Karya sesuai yang diharapkan pada program KKN Tematik ini, sehingga akan ditindaklanjuti masukan dan saran yang diutarakan pada saat berkunjung ke lokasi. Serta diperlukan sosialisasi ke perangkat desa dan kecamatan setempat untuk memberikan fasilitas di lokasi," terang Yoyok. (Randal NTB/ari)</p>