Anak muda sebagai penerus masa depan bangsa, merupakan kelompok yang memiliki potensi dan mampu menjadi agen perubahan untuk mengajak kepada lingkungannya maupun masyarakat luas untuk peduli terhadap sanitasi serta permukiman yang berkelanjutan. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Cip

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/05/youth-bsr.jpg"></a> <p style="text-align: justify;">Anak muda sebagai penerus masa depan bangsa, merupakan kelompok yang memiliki potensi dan mampu menjadi agen perubahan untuk mengajak kepada lingkungannya maupun masyarakat luas untuk peduli terhadap sanitasi serta permukiman yang berkelanjutan.</p> <p style="text-align: justify;">Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Cipta Karya yang diwakili oleh Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Maliki Moersid dalam acara pembukaan <i>Youth Program</i> sebagai salah satu rangkaian acara <i>Water Sanitation and Cities Forum and Exhibition </i>2015 dengan tema Pemuda Berkarya Ciptakan Permukiman Berkelanjutan, di Jakarta, Sabtu (23 29/05/2015). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian pemuda dalam mewujudkan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan melalui peningkatan pengetahuan dan fasilitasi ide kreatif anak muda terkait permukiman, air minum, dan sanitasi.</p> <p style="text-align: justify;">Maliki menjelaskan, bangsa Indonesia berkomitmen untuk menciptakan permukiman layak huni dan berkelanjutan dengan mengupayakan pembangunan prasarana dan sarana di berbagai bidang permukiman, air minum dan sanitasi. Namun untuk mencapai tujuan tersebut tidak hanya masalah infrastruktur saja, tetapi perlu dukungan dari seluruh <i>stakeholders</i> melalui berbagai kegiatan yang mendorong seluruh elemen masyarakat untuk peduli dan berperan aktif dalam menangani permasalahan yang ada saat ini.</p> <p style="text-align: justify;">Komitmen besar pemerintah terlihat dalam berbagai kebijakan, program dan indikator yang ada dalam dokumen RPJMN 2015-2019. Target RPJMN 2015-2019 mengamanatkan program 100-0-100, yaitu 100% akses air minum, 0% bebas kumuh, dan 100% akses sanitasi pada akhir tahun 2019. Dorongan untuk percepatan pencapaian program 100-0-100 tersebut menjadi tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia.</p> <p style="text-align: justify;">"Diharapkan anak muda Indonesia sebagai <i>agent of change</i> dapat mengembangkan dirinya untuk menjadi generasi baru yang peduli sanitasi dan menjadi pemicu bagi masyarakat luas. Ide-ide dan inovasi baru dalam memecahkan masalah sanitasi di berbagai wilayah di Indonesia diharapkan dapat dikembangkan dari kreatifitas anak-anak muda," tutur Maliki.</p> <p style="text-align: justify;">Maliki mengucapkan selamat kepada 75 pemuda pemudi yang telah terpilih untuk mengikuti kegiatan <i>Youth Program</i> ini. Dari 75 peserta yang terpilih ada 3 orang warga negara asing yang berasal dari negara Jerman, Thailand dan India. Pada kegiatan ini peserta akan diberikan pembekalan tentang <i>public speaking</i>, teknik penyampaian pesan dan motivasi sebagai agen perubahan. Selain itu akan diberikan wawasan baru melalui <i>sharing </i>pengalaman dari Duta Indonesia untuk jaringan <i>global change maker.</i> Tidak lupa akan disampaikan pembekalan tentang ke-Ciptakarya-an yang akan memperkaya dan menambah wawasan mengenai permukiman layak huni dan berkelanjutan, yang juga menjadi bekal dalam berlomba untuk menyusun proposal terbaik.</p> <p style="text-align: justify;">"Anak muda sebagai penerus masa depan bangsa diharapkan dapat menyampaikan pesan kepada masyarakat luas mengenai pentingnya permukiman layak dan sehat. Semoga kegiatan <i>Youth Program</i> ini dapat bermanfaat, khususnya dalam menghadapi tantangan penyediaan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan," tutup Maliki. (ari)</p> &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;