Indonesia akan menggalang seluruh kekuatan untuk menjawab tantangan pembangunan permukiman dan perkotaan dalam wadah Water, Sanitation, and Cities (WSC) Forum & Exhibition 2015, di Jakarta Convention Center 27-29 Mei 2015. Dalam lima tahun ke depan, sesuai yang tercantum dalam RPJMN 2015-2019

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/06/kamisan-bsr.jpg"></a> <p style="text-align: justify;">Indonesia akan menggalang seluruh kekuatan untuk menjawab tantangan pembangunan permukiman dan perkotaan dalam wadah Water, Sanitation, and Cities (WSC) Forum &amp; Exhibition 2015, di Jakarta Convention Center 27-29 Mei 2015.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam lima tahun ke depan, sesuai yang tercantum dalam RPJMN 2015-2019, pembangunan infrastruktur permukiman ditujukan untuk mewujudkan peningkatan akses penduduk terhadap lingkungan permukiman yang berkualitas, peningkatan akses terhadap air minum dan sanitasi yang layak menjadi 100%, serta mewujudkan kota tanpa permukiman kumuh di Indonesia pada tahun 2019.</p> <p style="text-align: justify;">Target RPJMN tersebut kini telah menyebar luas dengan nama Program 100-0-100 bidang Permukiman. Program tersebut membutuhkan dukungan pendanaan, penguatan kelembagaan, keberlanjutan penyediaan air baku, partisipasi swasta dan masyarakat, serta penerapan inovasi teknologi. Disamping itu, keberhasilan pencapaian target program 100-0-100 juga memerlukan komunikasi yang intensif untuk kerjasama yang baik dengan mitra dalam negeri maupun luar negeri.</p> <p style="text-align: justify;"><i>WSC Forum and Exhibition 2015</i> merupakan kegiatan internasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Ajang ini menjadi wadah pertemuan, pemikiran dan inovasi baru dalam pengembangan sektor air, sanitasi, dan permukiman perkotaan.</p> <p style="text-align: justify;">Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tantangan dunia dalam dua dekade terakhir, yaitu memenuhi 748 juta penduduk yang belum memiliki akses air minum dan 2,5 miliar penduduk yang tidak memiliki fasilitas sanitasi yang baik. Berdasarkan data BPS 2013, secara nasional akses air minum sampai dengan tahun 2013 telah mencapai 67,7% dari total penduduk Indonesia, akses sanitasi layak 60,91%. Sedangkan upaya penanganan kawasan kumuh perkotaan masih menyisakan 12 % atau seluas 38.431 Ha dengan rata-rata pengurangan luasan kawasan kumuh sebesar 2% per tahun.</p> <p style="text-align: justify;">Pembangunan infrastruktur bidang permukiman yang menjadi ranah tugas Ditjen Cipta Karya menjadi sangat penting mengingat pertambahan jumlah penduduk yang pesat akibat urbanisasi, dimana pada tahun 2025 diperkirakan 68% penduduk akan tinggal di perkotaan, ungkap Dirjen Cipta Karya yang diwakili oleh Direktur Pengembangan Air Minum M. Natsir.</p> <p style="text-align: justify;"><i>WSC Forum and Exhibition 2015</i> akan dihadiri oleh para ahli, praktisi, pengambil keputusan, lembaga donor internasional, LSM lokal maupun internasional, serta sektor swasta dan profesional muda. <i>Event</i> ini menghimpun enam kegiatan utama, yaitu, pertama, <i>Indonesia International Water Week 2015</i> untuk membahas berbagai permasalahan seperti teknologi, pengelolaan, pendanaan, dan kemitraan di bidang sumber daya air, air minum dan sanitasi, beserta penanganannya. Kedua, <i>Municipal Solid Watse Management and Domestic Wastewater Management. </i>Ketiga<i>, Smart Planning for Heritage River Cities. </i>Keempat<i>, National Urban Forum. </i>Kelima<i>, Youth Program.</i> Keenam, Pameran yang menampilkan kebijakan dan strategi pembangunan di bidang air, sanitasi, dan perkotaan beserta implementasinya. Pada kesempatan dan tempat yang sama juga digelar <i>Indo Water Energy Expo and Forum 2015</i> yang merupakan pameran terkait teknologi air minum, air limbah, dan energi terbarukan dan diikuti oleh 550 <i>exhibitor</i> dari 33 negara.</p> <p style="text-align: justify;">Dirjen Cipta Karya mengharapkan dalam <i>WSC Forum and Exhibition 2015</i> tercipta sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah termasuk antara Pemerintah dengan Non-Pemerintah seperti lembaga donor, swasta, dan masyarakat. Sesuai dengan amanat dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah, penyediaan air minum dan prasarana sarana sanitasi merupakan urusan yang dibagi bersama antar tingkatan dan/atau susunan pemerintahan (konkuren). Untuk itu, seluruh <i>stakeholders</i> harus memiliki tujuan yang sama sehingga terjadi keterpaduan untuk mengoptimalkan dampak positif sinergi pembangunan air minum, sanitasi, dan permukiman perkotaan.</p> <p style="text-align: justify;">Ada banyak tantangan yang dihadapi, namun tidak mustahil untuk ditangani dan diselesaikan bersama-sama dengan dukungan komitmen dari seluruh stakeholders, kata Natsir.</p> <p style="text-align: justify;"><i>WSC Forum and Exhibition 2015</i> mengusung tema besar <i>Water and Sanitation towards Sustainable Development</i> yang terbagi dalam beberapa sub tema yang berbeda dalam setiap sesinya. Sub tema yang dipilih merupakan pengembangan isuisu yang menarik bidang air, sanitasi, dan permukiman perkotaan, yang meliputi (i) <i>Water Provision To Meet The Global Challenges; (ii) Cooperation in Water and Sanitation Sectors Beyond Private Initiative</i>; (iii) <i>Sustainable Urban Services;and (iv) Community-Based Management</i>.(Datin CK)</p> <p style="text-align: justify;"></p>