Sumber air paling baik adalah penghematan dan kebiasaan. Dengan merubah kebiasaan dan melakukan penghematan dalam menggunakan air maka akan menjamin air tersebut tidak cepat habis, ungkap Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla saat membuka acara Water, Sanitation, and Cities (WSC) Forum

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/06/wsc-bsr.jpg"></a> <p style="text-align: justify;">Sumber air paling baik adalah penghematan dan kebiasaan. Dengan merubah kebiasaan dan melakukan penghematan dalam menggunakan air maka akan menjamin air tersebut tidak cepat habis, ungkap Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla saat membuka acara Water, Sanitation, and Cities (WSC) Forum and Exhibition 2015 di Jakarta Convention Centre, Rabu (27/05/2015).</p> <p style="text-align: justify;">Wapres mengungkapkan bahwa air sangat penting, karena banyak orang sakit akibat masalah air dan sanitasi yang buruk. Masalah air dan sanitasi merupakan tanggung jawab bersama. Mari selesaikan bersama tegas Kalla.</p> <p style="text-align: justify;">WSC 2015 ini mengangkat tema Water and Sanitation Towards Sustainable Development, dengan tujuan untuk mendorong pencapaian program 100-0-100 serta sebagai persiapan dari kegiatan Habitat III yang akan diselenggarakan di Indonesia yaitu Asia Pasic Urban Forum dan Regional High Level Meeting for Habitat 3 di Bulan Oktober 2015 serta Preparatory Committee III For Habitat III 2016. Acara yang diselenggarakan oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini terdiri dari Forum Water, Sanitation and Cities Conference 2015, Indonesia International Water Week 2015, National Urban Forum, Youth Program, Pameran WSC, dan Seminar Kota Pusaka yang dihadiri oleh sekitar 100 narasumber dan moderator serta 800 peserta.</p> <p style="text-align: justify;">Sementara Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Andreas Suhono menyatakan, RPJMN 2015-2019 mentargetkan pencapaian 100% pelayanan air minum aman dan sanitasi layak, serta 0% luas kawasan kumuh perkotaan pada tahun 2019. Oleh karena itu, perlu dilakukan berbagai upaya yang diselenggarakan secara bersama untuk percepatan pencapaian target tersebut.</p> <p style="text-align: justify;"> Komitmen dari pemerintah pusat maupun daerah mutlak diperlukan, dan keberhasilan pencapaian target juga memerlukan komunikasi dan kerjasama antar para pemangku kepentingan di dalam negeri maupun mitra luar negeri, ungkap Andreas.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam kesempatan ini turut hadir Gubernur DKI Jakarta, Kepala Basarnas, para mantan Menteri Pekerjaan Umum serta pejabat dan perwakilan dari lembaga nasional maupun internasional.(ari-bns)</p>