Skip to content

Buletin Cipta Karya

images/bulletin/depanbulletin2.jpg
Pemda Diminta Susun Rencana Aksi untuk Percepat Penyerapan
20 / 11 / 2009

Direktur Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum, Budi Yuwono, meminta Pemerintah Daerah menyusun rencana aksi guna mempercepat penyerapan anggaran Tahun Anggaran 2009 bidang Cipta Karya. Rencana aksi tersebut meliputi langkah-langkah yang akan dilakukan dalam satu bulan ke depan untuk mengejar angka penyerapan yang masih harus dikejar, terutama untuk program – program yang tercatat dalam program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II seperti Rusunawa, PNPM Mandiri bidang Cipta Karya, Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), Sanitasi oleh Masyarakat (SANIMAS), dan Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM IKK).

Hal itu diungkapkanya di hadapan 10 Kepala Dinas Pekerjaan Umum/Cipta Karya pada Rapat Teknis Program Pembangunan Cipta Karya Tahun 2009 dan Persiapan Pelaksanaan 2010 di Batam, Rabu (18/11). Budi mengungkapkan program-program pemberdayaan di bawah payung PNPM Mandiri dalam rangka penanggulangan kemiskinan seperti Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP), Program Pembangunan Infrastuktur Perdesaan (PPIP), PAMSIMAS dan Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW). Ia menyebut dari Rp. 2,5 triliun pagu program penanggulangan kemiskinan, baru sekitar Rp 1,4 triliun atau 57%. PISEW menjadi satu diantara program penanggulangan kemiskinan yang paling banyak terserap, yakni 79,7%.

“APBN kita dituntut untuk dibelanjakan tepat waktu dan sasaran untuk mendapatkan output dan outcome setinggi-tingginya. Tahun ini adalah sasaran Kabinet Indonesia Bersatu yang akan diukur dari hasil kerja di 2009, dan salah satunya dipengaruhi oleh plavon pagu Cipta Karya,” ujarnya.

Budi Yuwono menambahkan, pada tahun anggaran 2008 lalu Ditjen Cipta Karya mendapatkan pagu sekitar Rp 6,4 triliun, sedangkan tahun ini (TA 2009) sebesar Rp. 7,7 triliun. Kenaikan tersebut disebabkan adanya program-program prioritas yang ada di Cipta Karya, yaitu penganggulangan kemiskinan (PNPM) di samping program-program yang telah masuk ke rencana investasi Cipta Karya.

“Dengan pagu Rp 7,78 triliun pada tahun ini, hingga 15 November 2009, Ditjen Cipta Karya baru enyerap 64% sehingga kurang lebih masih ada Rp 2,7 triliun yang belum berbagi dan waktunya sudah sangat singkat,” lanjut Budi.

Sampai satu bulan ke depan, lanjutnya, akan dibagi tim untuk mengunjugi daerah-daerah untuk berkonsultasi seputar program-program yang bermasalah. Tapi diharapkan dari daerah segera memanggil Satker terkait dan segera membuat action plan. Misalnya P2KP, apakah mungkin mendapat dana? Solusi diskusi, kumpulkan Pemda dan segera diselesaikan. Untuk yang regular, tiap kontrak harus segera diidentifikasi.

Beberapa program 100 hari bidang cipta karya di Pulau Sumatera antara lain, PAMSIMAS di 264 desa (267 liter/detik) dari target nasional 1.026 desa (1.043 liter/detik), SPAM IKK ditargetkan sebesar 370 liter/detik dari target nasional 2.106 liter/detik, sedangkan SANIMAS secara nasional mentargetkan dalam 100 hari membangun 61 buah. (bcr)

 

Komentar

Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar.
Silahkan login atau daftar.

< Sebelumnya   Selanjutnya >

Form Login

Nama pengguna

Password

Ingat saya
Lupa password Anda?
Belum punya akses? Buat akses