Page 9 - Slide 1

Basic HTML Version

Tantangan pembangunan
infrastruktur
yang
lain
adalah
transformasi
pembangunan yang berubah dari berorientasi kepada Pemerintah Pusat menjadi
bertumpu
kepada
Pemerintah
Daerah
dan
inisiatif
masyarakat.
Perubahan
paradigma
ini menuntut Pemerintah Pusat untuk memperkuat aspek pembinaan
dan pengaturan
sehingga
seluruh kegiatan pembangunan memiliki
standar dan
kualitas yang
sama
sesuai dengan peraturan perundangan yang
telah diterbitkan.
Sementara
itu,
tantangan global yang berkembang
saat
ini menuntut
Indonesia
untuk
mampu
meningkatkan
kualitas
layanan
infrastruktur
seperti
pemenuhan
layanan dasar air minum, pemenuhan
layanan dasar sanitasi, dan mewujudkan
kota
tanpa
kawasan
kumuh.
Agenda
lain
yang
menjadi
perhatian
adalah
penanganan
kawasan
perbatasan,
penataan
kota
hijau
dan
pusaka
serta
Pemenuhantargetlayanandasarjugadiikutiolehtuntutanuntukpemenuhanprinsip
pembangunan
sesuai dengan komitmen
internasional dan
regional
seperti Rio 20+,
agenda habitat nasional, dan MDG’s. Prinsip pembangunan yang berkelanjutan,
berorientasi
lingkungan,
inovatif, dan kreatif harus dapat dicerminkan baik dalam
tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pemeliharaan
infrastruktur.
Mengamati
seluruh
tantangan
tersebut,
maka
dirasakan
perlu
bagi
Direktorat
Jenderal
Cipta
Karya,
Kementerian
Pekerjaan
Umum
dan
Perumahan
Rakyat,
untuk menerbitkan buku
“Panduan Kualitas Visual
Infrastruktur Bidang Cipta Karya”.
Buku
ini
sebagai
implementasi
fungsi pembinaan
terhadap pelaksanaan kegiatan
bidang Cipta Karya, baik di pusat ataupun daerah.
meningkatkan pembangunan dengan pemberdayaan masyarakat.
Buku
ini menjadi
salah
satu persiapan Ditjen Cipta Karya dalam
rangka memenuhi
target pemerintah mewujudkan permukiman
layak huni dan berkelanjutan dalam
kerangka keluaran 100-0-100.
Panduan Kualitas Visual
Infrastruktur Bidang Cipta Karya
7