Page 17 - Slide 1

Basic HTML Version

15
Panduan Kualitas Visual
Infrastruktur Bidang Cipta Karya
TOTAL
QUALITY
MANAGEMENT
(TQM)
TQM memiliki
strategi antara
lain
focus on
consumer,
continuous
improvement, quality
improvement, accurate
evaluation
, dan
involve all people and
functions
.
Strategi
pertama,
Focus
on
Cunsomer
(fokus
pada
kepuasan
pengguna)
mencakup
tahap
konstruksi
(Pengguna
Barang/Jasa)
dan
tahap
operasional
(masyarakat pengguna).
Strategi
kedua
dalam
mengelola
kualitas
untuk
memuaskan
pengguna
melalui
continuous
improvement
(perbaikan
berkelanjutan).
Strategi
ini
dapat
digambarkan dalam
siklus PDCA, yaitu
Plan
(merencanakan),
Do
( melaksanakan),
Check
(evaluasi), dan
Act
(tindakan penyesuaian).
TQM
DALAM
MENJAMIN
KUALITAS
PRODUK
INFRASTRUKTUR
Perbaikan Berkelanjutan
(
Continuous
Improvement
) memiliki dua
sasaran,yaitu
:
A.
Produk
a. Standar mutu: evaluasi dan update
standar mutu
secara periodik.
b. Spesifikasi: meningkatkan
kriteria produk untuk kualitas
lebih baik
(misalnya
lebih andal,
lebih
tahan
lama).
B.
Proses
a.
Perencanaan produk
sesuai kebutuhan: bermanfaat, efisien, efektif
b.
Prosedur kerja: melengkapi SOP untuk
setiap proses kerja
c.
Efisiensi pada pelaksanaan:
implementasi SOP dan percepatan pada
setiap proses
d.
Perbaikan proses: dapat dilakukan melalui
Business Process Reengineering
, diharapkan
terjadi perubahan yang
lebih
cepat
e.
Supervisi: peningkatan kualitas kompetensi konsultan dan SDM
tenaga pengawas yang
terdiri dari:
-
Internal:
Mendorong peran Lembaga/
Instansi
pembina Penyedia Jasa meningkatkan kualitas konsultan dan SDM,
seperti Puslatjakon.
- Eksternal:
Bekerjasama dengan asosiasi profesi untuk meningkatkan
standar kompetensi SDM Jasa Konstruksi.
f.
SIM monitoring konstruksi
(dari
e-Procurement
, SIM Monitoring Konstruksi,
sampai
e-Monitoring
).
Informasi dalam SIM mencakup;
(i) Status pengadaan dan
pengiriman barang;
(ii) Proses administrasi kontrak
(PCM, SCM, MC-0, Amandemen, Nilai Addendum, PHO);
(iii)
Informasi penyedia
jasa
(kontraktor,
konsultan);
(iv) Volume pekerjaan dan
spesifikasi alat; dan
(v) Foto dokumentasi.
TQM memiliki
fungsi antara
lain;
(i)
Updating
data menjadi
teratur;
(ii) Peringatan dini
(
early warning
) potensi masalah pada paket pekerjaan;
(iii) Alat bantu
informasi
setiap paket pekerjaan;
(iv) Kepastian akses
informasi pada
level yang berwenang