Kementerian Pekerjaan Umum melalui Ditjen Cipta Karya memfasilitasi penandatanganan kerja sama program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Semen Padang, untuk penyediaan infrastruktur Bidang Cipta Karya yang tersebar di Kota Padang. Penandatanganan dilakukan di Kantor Balaikota Padang pada hari Kamis (3/7).

Perjanjian Kerjasama ini ditandatangani oleh Munadi Arifin selaku Direktur Utama PT. Semen Padang, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, Kepala Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Permukiman Prov Sumatera Barat Soeprapto, Ketua Umum Corporate Forum for Community Development (CFCD) Suwandi, dan Direktur Bina Program Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Antonius Budiono.

Dalam sambutannya Antonius Budiono mengungkapkan harapannya melalui penandatanganan Perjanjian Kerjasama ini, program CSR yang dilakukan oleh PT. Semen Padang dapat lebih terpadu dan berkesinambungan melalui kerjasama multipihak antara perusahaan, masyarakat dengan pemerintah kota, pemerintah Provinsi maupun dukungan dana APBN dari pemerintah pusat.

“Ditjen Cipta Karya telah memiliki pedoman bagi perusahaan yang berminat menyalurkan dana CSR nya dalam pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya di kabupaten/kota. Kami juga memiliki pedoman dan petunjuk, serta standard teknis dalam membangun infrastruktur bidang Cipta Karya, dan memiliki pengalaman yang banyak dalam program pemberdayaan masyarakat. Kami juga memiliki katalog yang memudahkan perusahaan untuk memahami infrastruktur bidang Cipta Karya yang dapat didanai melalui dana CSR,” tutur Antonius.

Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah menyatakan bahwa Kota Padang sangat membutuhkan pembangunan bdang Cipta Karya seperti penyediaan air minum, sanitasi yang layak, penyediaan akses jalan lingkungan dan pengentasan kawasan kumuh karena berkaitan dalam rangka mendukung program MDGs. Dana CSR yang digelontorkan PT. Semen Padang sebesar Rp1 miliar untuk pembangunan Infrastruktur bidang Cipta Karya diharapkan menjadi salah satu solusi pembiayaan.

“Sebagai ibukota Provinsi Sumatera Barat, Kota Padang merupakan daerah Urban, oleh karena itu Pemerintah mesti menyediakan akses infrastruktur dasar yang memadai, kami harapkan melalui bantuan Kementerian Pekerjaan Umum, Dinas PU Provinsi dan pihak swasta melalui dana CSR untuk menyelesaikan permasalahan ini, dan mudah-mudahan program CSR ini terus berlanjut,” imbuh Mahyeldi.

Ditjen Cipta Karya selalu mendorong dan berupaya agar infrastruktur permukiman yang dibangun selalu didukung oleh kelembagaan masyarakat yang mantap, yang memiliki kemampuan perencanaan, pelaksanaan, pengoperasian dan pemeliharaan. Ditjen Cipta Karya sendiri di setiap Provinsi memiliki Satuan Kerja yang siap memberikan bimbingan dan fasilitasi teknis bila diperlukan, sehingga infrastruktur yang dibangun dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, kerjasama bidang Cipta Karya tersebut akan selalu mengacu pada Dokumen Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) bidang Cipta Karya atau yang sekarang lebih dikenal sebagai Rencana Terpadu Program Investasi Jangka Menengah (RPI2JM) yang bersifat multi tahun, multi sektor, dan multi sumber pembiayaan.

Sebelum PT. Semen Padang, Ditjen Cipta Karya juga telah memfasilitasi kerjasama serupa dengan PT. Adaro Indonesia di Kalimantan Selatan, PT. Pertamina di NTT, PT. Berau Coal di Kalimantan Timur, PT. Bukit  Asam Tbk di Muara Enim dan beberapa perusahaan yang tergabung dalam CFCD. (rjp/randalsumbar/evry)